Berita Terkini
Nasional

Pengiriman Solar Dibatasi sampai Waktu yang Tak Ditentukan

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 18 November 2019 20:35 WIB · 2 menit baca
Pengiriman Solar Dibatasi sampai Waktu yang Tak Ditentukan

PUBLIKSATU, SUMENEP – Pengiriman bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dibatasi sampai waktu yang tak ditentukan. Akibatnya, antrean panjang kendaraan terjadi di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Bahkan, banyak nelayan tidak melaut karena tidak mendapatkan solar.

Pengawas SPBU 5469403 Gedungan, Kecamatan Batuan, Ainul G membenarkan adanya pembatasan pengiriman BBM jenis solar sejak awal November. Setiap SPBU hanya mendapat jatah maksimal 8.000 liter per hari dalam sekali permintaan. Akibatnya, tidak semua konsumen terlayani.

Belum ada informasi pasti sampai kapan pembatasan itu diberlakukan. Menurut dia, bukan BBM jenis solar yang langka. Namun, ini merupakan cara pusat (Pertamina) untuk menyiasati pemerataan. Dengan demikian, permintaan dari tiap SPBU dibatasi.

Sebelum pengiriman dibatasi, masing-masing SPBU akan mendapat pengiriman sesuai permintaan. Apalagi di setiap SPBU jumlah pembeli tidak sama. Dengan begitu, permintaan pengirimannya juga berbeda.

Untuk SPBU 5469403 yang diawasi, sebelum ada pembatasan, bisa mengajukan permintaan pengiriman 16.000 liter per hari. Sehingga dengan banyaknya pembeli, ketersediaan stok BBM jenis solar masih di atas 5.000 liter.

”Harganya Rp 5.150 per liter. Kalau di sini tidak pernah putus permintaan setiap hari. Sebab, kita menjaga kualitas pelayanan juga,” jelasnya.

Dia mengakui, pembatasan itu beberapa hari terakhir sangat dirasakan karena sisa stok menipis. Pihaknya juga tidak melayani pembelian dengan jeriken jika tidak dilengkapi surat rekomendasi keterangan usaha.

Apalagi pada kesempatan yang sangat dirasakan kelangkaannya seperti saat ini. Sekalipun dilengkapi surat rekomendasi, juga dibatasi maksimal 3 jeriken per orang. Ini dilakukan agar merata antara satu dengan yang lain. (radarmadura/jp)