Berita Terkini
Nasional

Ultras Gresik Berusia 20 Tahun, Rayakan Ultah sambil Nikmati Setigi

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 18 November 2019 20:30 WIB · 2 menit baca
Ultras Gresik Berusia 20 Tahun, Rayakan Ultah sambil Nikmati Setigi

PUBLIKSATU, Ultras Gresik genap berusia dua dasawarsa. Komunitas suporter sepak bola Kota Gresik itu, Minggu (17/11) memperingati hari jadinya yang ke-20 tersebut di kawasan wisata Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Tak ayal, area tambang kapur dolomit itu berubah menjadi lautan kuning, warna kebanggaan Ultras Gresik.

”Stay Strong. Itu tema yang kami angkat pada perayaan ulang tahun kali ini,” kata Sekretaris Ultras Gresik Imam Junaidi.

Ribuan pencinta sepak bola Kota Pudak tersebut memiliki harapan besar. Yakni, Persegres Gresik United mampu bangkit dan kembali berada di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia. ”Semoga ke depan bisa berjaya lagi,” harapnya.

Saat ini Gresik United harus melorot ke Liga 3. Perjuangan untuk bisa lolos ke Liga 2 pun terbilang berat. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat Gresik ikut handarbeni alias ikut merasa memiliki kesebelasan legendaris tersebut. ”Apalagi, sekarang legalitas tim telah dikembalikan ke masyarakat Gresik. Tidak lagi milik pribadi, tapi kita bersama. Milik masyarakat Gresik. Kita bangkit,” tegasnya.

Ribuan Ultras Gresik berangkat menuju Setigi dengan berkonvoi sepeda motor. Sebelumnya mereka berkumpul di Mabes Ultras di Jalan Proklamasi, Gresik. Lalu bersama-sama menuju Setigi. Area wisata Setigi itu dikembangkan bukan oleh pemkab, melainkan Pemerintah Desa (Pemdes) Sekapuk.

Menurut Kades Sekapuk Abdul Halim, pihaknya menyulap lahan bekas galian C tersebut untuk bisa menjadi daya tarik wisata alam. Kini wisata Setigi semakin hijau. Wisatawan yang berkunjung pun tidak hanya berasal dari dalam negeri. Wisatawan luar negeri pun sudah kerap dijumpai. ”Lokasinya asyik untuk berfoto-foto. Saat ini pengelola belum menarik tiket kepada para pengunjung,” jelasnya.

Di lokasi tersebut ada jembatan yang diberi nama Jembatan Peradaban. Merupakan sebuah jembatan yang menggambarkan peralihan peradaban tradisional menuju era modern. Ada juga patung Semar. ”Selain itu, bisa melihat Gua Pancawarna yang biasanya dinikmati para pengunjung pada waktu malam,” kata Halim. (JP)