Berita Terkini
Nasional

84 Desa Sragen Waspada Bencana

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 20 November 2019 23:19 WIB · 2 menit baca
Bagikan
84 Desa Sragen Waspada Bencana
Rumah roboh terkena angin putting beliung di Sumberlawang beberapa hari lalu.

PUBLIKSATU, Potensi bencana alam di Sragen cukup tinggi pada musim hujan. Selain banjir karena Sragen termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, juga patut diwaspadai longsor dan angin puting beliung.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, terdapat 86 desa yang berpotensi terdampak bencana tahun ini. Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Sragen Giyanto mengatakan, bencana alam yang potensial terjadi adalah banjir, longsor, dan puting beliung.

”Data rawan bencana ini sudah kami kirim ke provinsi. Ancamannya bencana banjir, longsor, dan puting beliung,” ungkap Giyanto, Selasa (19/11).

Puluhan desa rawan bencana tersebar di 16 kecamatan. Meliputi Sumberlawang, Sidoharjo, Jenar, Sambirejo, Gesi, Sukodono, Kalijambe, Sragen, Masaran, Tanon. Kemudian, Kecamatan Plupuh, Ngrampal, Sambungmacan, Miri, Mondokan, dan Kedawung.

”Sebanyak 10 desa berpotensi bencana longsor. Sedangkan puluhan desa lain berpotensi banjir,” papar Giyanto.

Dia menerangkan, bencana longsor rawan terjadi di Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo; Desa Bukuran, Krikilan, Ngebung, dan Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe. Kemudian, Desa Sidodadi, Kliwonan, dan Pilang, Kecamatan Masaran dan Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh.

”Kalau tanah gerak, itu hanya di Kalijambe dan Sambirejo. Kalau puting beliung itu merata hampir semua wilayah," bebernya.

BPBD telah melakukan koordinasi dengan para camat agar menyampaikan kepada warganya terkait potensi bencana tersebut. Termasuk sudah melakukan rapat koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan eks Karesidenan Surakarta.

Giyanto menegaskan, untuk kewaspadaan bencana banjir, selain di DAS Bengawan Solo, juga di beberapa anak sungai yang berhulu dari wilayah Sragen. Di antaranya sungai Garuda, Mungkung, Grompol, dan Bapang.

”Perlu kewaspadaan untuk masyarakat yang tinggal di DAS saat terjadi hujan deras. Demikian juga, kondisi ranting pohon juga perlu dipangkas,” pungkas Giyanto. (radarsolo/jp)

Bagikan