Gibran: Bisnis Kuliner Menjanjikan
Bagikan

PUBLIKSATU, SOLO – Di era revolusi industri 4.0, generasi milinenial dituntut mampu mengembangkan usaha mandiri. Termasuk jadi enterpreneur. Nah, klaster usaha paling banyak dipilih yakni food and beverage (FnB).
Seperti diutarakan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka. Gibran dikenal sebagai pengusaha kuliner yang cukup sukses. Dia mencoba berbagi tips terkait pengembangan bisnis kuliner.
Menurutnya, poin penting dalam dunia usaha adalah investor. Meksi tak mudah, dia tetap memberikan semangat kepada para calon pengusaha muda.
“Sembari mencari dan menunggu jawaban dari investor, alangkah baiknya tiap 3-4 bulan mengeluarkan brand dengan manajemen baru. Menarik investor tidak cuma jualan brand, tetapi juga kearifan lokal dan budaya Indonesia. Harus ada story telling untuk membangun brand agar meningkatkan nilai. Sisi nasionalisme ini yang aku presentasikan,” ucap Gibran saat mengisi acara di The Sunan Hotel Solo, Selasa (19/11).
Sebagai catatan, Gibran aktif mengeluarkan brand baru di bidang kuliner. Paling gres, bersama sang adik Kaesang Pengarep, dia memiliki dua brand yaitu Gula dan Mangkokku. Sebentar lagi akan mengeluarkan brand baru dengan nama Garam.
“Pengusaha harus memiliki target. Terus berinovasi untuk mengembangkan bisnis,” imbuh Menurut suami Selvi Ananda ini.
Sementara itu Founder dan CEO Plaza Grup Aris Nugroho menyebut agar bisnis frenchise bisa bertahan lama, butuh kesiapan tim manajemen. Baik usaha mandiri maupun kemitraan. Selain itu, juga ditunjang sumber daya manusia (SDM) mumpuni.
Saat ini banyak investor mencari talenta muda dalam upaya perombakan jajaran manajemen. Aris mengaku memilih bisnis FnB karena peluangnya yang besar. Menurutnya semua orang memerlukan makanan dan minuman. Terutama generasi milenial yang suka mencari sesuatu keunikan.
“Peluang tersebut yang saya ambil. Generasi milenial ini kan menjadi sasaran yang pas untuk kuliner. Selain itu, kita kan butuh makan setiap hari dan setiap saat. Sudah, ini peluang. Tinggal bagaimana kita mengemas dan branding produk kita,” ujarnya. (radarsolo/jp)