Berita Terkini
Nasional

Terdampak Peningkatan Ring Road, Omset Perumda SPBU Turun 25 Juta/Hari

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 20 November 2019 23:16 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Terdampak Peningkatan Ring Road, Omset Perumda SPBU Turun 25 Juta/Hari
SEPI: Pekerjaan peningkatan jalan di depan SPBU berdampak pada penurunan penjualan BBM.

PUBLIKSATU, SRAGEN – Peningkatkan jalan ring road utara Kabupaten Sragen berdampak pada turunnya omset perusahaan umum daerah (perumda) stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan bengkel. Sebab, banyak kendaraan, seperti truk enggan mampir SPBU akibat akses jalan masuk yang tengah diperbaiki.

Sudah hampir sebulan proyek peningkatan jalan berlangsung di sekitar SPBU Nglangon. Namun, sampai Selasa (19/11), pekerjaan belum rampung. Direktur Perumda SPBU dan bengkel Supriyadi menyampaikan, turunnya omset penjualan bahan bakar minyak (BBM) yang paling signifikan terjadi pada jenis solar.

Jumlah kendaraan yang mampir mengisi solar berkurang drastis. Pada kondisi normal, penjualan solar bisa mencapai 18 ton hingga 20 ton per hari. Namun, selama perbaikan jalan, hanya terjual sekitar 13 ton hingga 14 ton per hari. Hingga saat ini, penjualan solar berkurang hingga 5.000 ton. Jika dikalkulasi, penurunan omset rata-rata sebesar Rp 25 juta per hari.

”Penurunan 15 persen, rata-rata solar. Yang jelas, kami merasakan dampaknya. Mungkin juga dirasakan pedagang di sekitar pasar,” ujar Supri, Selasa (19/11).

Atas kondisi ini, diakui Supri, pihaknya tak bisa menuntut apa-apa. Sebab, dia menyadari jika pekerjaan peningkatan jalan tersebut untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Pihak pelaksana proyek juga sudah melakukan sosialisasi sebelumnya.

”Bahkan jika kami bukan dari SPBU perumda, mungkin sudah ditutup total. Akses masuk tidak dimatikan, tapi tetap saja berkurang,” terang Supri.

Beruntung, saat ini penjualan bahan bakar masih bisa berjalan. Sebab, pada musim kemarau ini masih banyak petani menggunakan solar untuk kebutuhan disel pompa air yang mengairi persawahan. (radarsolo/jp)

Bagikan