Rasanya Manis-Pahit, Durian Pelang Tarik Perhatian Pengunjung Festival
Bagikan

PUBLIKSATU, Selain buah parijoto, kopi muria, dan jeruk pamelo, di Kecamatan Dawe durian menjadi salah satu buah yang menjadi primadona. Buah musiman ini sebenarnya hampir merata ada di wilayah Kecamatan Dawe. Namun sentralnya ada di dua desa. Desa Margorejo dan Rejosari.
Jenis yang ada bervariatif. Mulai dari durian montong, hingga durian khas Dusun Pelang, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe. Berbeda dengan durian montong, durian jenis ini memiliki ukuran yang relatif lebih kecil. Meskipun demikian, rasanya tak kalah nikmat.
”Untuk kualitas, bisa diadu. Durian Pelang ini memiliki rasa yang digemari masyarakat. Manis ada pahit-pahitnya,” kata Camat Dawe Amin Hidayat.
-
BUKA ACARA: Plt Bupati Kudus Hartopo membuka acara festival ngunduh durian pada Desember 2018. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
Pihaknya bekerja sama dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah menggelar festival ngunduh durian. Hal ini dilakukan dalam upaya menggaungkan potensi unggulan yang ada. Tahun kemarin, acara dipusatkan di kolam Redi Ayu Margorejo.
Dalam acara ini, durian unggulan dari empat dukuh yang ada di Desa Margorejo dikirab. Dusun tersebut meliputi Dusun Pelang Gading, Karangpanas Paseran, Bandungan Buyutan dan Gentungan. Durian masing-masing dukuh ini dibuat gunungan. Setelah diarak, dilajutkan seremonial pengunduhan oleh Bupati Kudus. Kemudian, gunungan yang masing-masing berisi puluhan durian menjadi rebutan warga.
”Acara ini sudah berjalan tiga tahun. Kami akan terus upayakan setiap tahunnya untuk dipromosikan pada masyarakat luas. Dengan begitu durian khas sini bisa dikenal,” ujarnya.
Dengan meningkatnya brand Durian Pelang diharapkan semakin banyak warga yang tertarik berkunjung ke sentra durian di Kecamatan Dawe. Dan mencicipi langsung buah durian pelang khas Margorejo. Upaya branding durian ini membutuhkan dukungan dari masyarakat. Baik para petami maupun para pedagang durian.
Salah satu petani durian Munawaroh mengatakan, perawatan tanaman durian cukup mudah. Hal inilah yang membuatnya tergiur untuk menanamnya. Selain menyirami, dirinya hanya memberikan pupuk kandang sebagai tambahan nutrisi.
”Kalau pohonnya sudah besar sangat mudah. Hanya disiram dan diberi pupuk,” katanya.
Untuk sekali panen, satu pohon bisa menghasilkan hingga setarus buah. Untuk pemasarannya, dirinya mengaku sudah memasrahkannya kepada pemborong. Dari hasil panen durian, hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. (radarkudus/jp)