Seleksi CPNS, Difabel Terganjal Syarat Grade D3 –S1
Bagikan

PUBLIKSATU, Sedikitnya lima penyandang disabilitas turut berkompetisi dalam perekrutan CPNS. Namun, syarat grade pendidikan D3-S1 cukup menyulitkan mereka.
Informasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, hingga Kamis (21/11) tercatat 5.372 pelamar sudah mengisi formulir, 3.040 lebih pelamar melakukan submit.
Tenaga teknis masih menjadi favorit pelamar dengan 1.254 orang peminat. Tiga di antaranya penyandang disabilitas. Formasi tenaga pendidikan ada 1.095 pelamar dengan dua diantaranya penyandang disabilitas. Untuk tenaga kesehatan baru ada 726 pelamar.
Aktivis pendamping penyandang disabilitas Noviati Munajat menerangkan, pihaknya mengapresiasi adanya kuota 2 persen bagi difabel dalam rekrutmen CPNS tahun ini.
“Namun yang kami sayangkan, grade pendidikan D3-S1 untuk rekrutmen di level kabupaten/kota menyulitkan teman-teman difabel untuk mengaksesnya," ungkapnya.
Itu karena tidak sedikit difabel tidak sekolah atau paling tinggi tamatan SMA dan sederajat. Sangat jarang lulusan D3 atau S1. "Meski sudah ada sekolah inklusi dan SLB, namun banyak (difabel) tidak bersekolah. Faktornya beragam. Seperti stigma difabel buat apa sekolah, ekonomi tidak mampu, mobilitas, serta sarana prasarana pendukung," kata dia.
Kepala seksi rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri Noer Nugrohowati menuturkan, setidaknya ada 8.491 penyandang disabilitas. Mayoritas hanya lulusan SMP. (radarsolo/jp)