Berita Terkini
Nasional

Jadi Staf Khusus Presiden, Ini Kronologi Penunjukan Aminuddin Ma’ruf

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 23 November 2019 20:17 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Jadi Staf Khusus Presiden, Ini Kronologi Penunjukan Aminuddin Ma’ruf

PUBLIKSATU, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk 12 Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial. Salah satu di antaranya adalah mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma’ruf.

Aminuddin pun menceritakan kronologi bagaimana ia dipilih oleh Jokowi untuk menjadi staf khusus. Ia mengatakan bahwa pihak Istana Negara tiba-tiba meneleponnya hari sebelum penunjukan untuk menghadap Jokowi.

“Waktu pertama kali ditelpon belum dikasih tahu tugas dan posisi apa. Saya nggak tahu. Cuma diminta datang,” ujar Aminuddin dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (23/11).

Nantinya, Aminuddin akan berkeliling ke pesantren-pesantren yang ada di seluruh Indonesia. Tugasnya adalah menyerap aspirasi anak-anak pesantren dan menampung harapan mereka kepada Jokowi.

Aminuddin juga menegaskan dalam menjalankan tugasnya nanti, ia tidak akan mengotak-kotakkan pesentren. Semua pesantren akan ia datangi, tidak hanya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) ataupun satri dari Muhammadiyah.

‎”Saya tidak mewakili apapun,” katanya. (JP)

Aminuddin merupakan satu dari 12 staf khusus dari kalangan milenial yang dipanggil oleh Jokowi. Adapun nama-nama 12 staf khusus milenial tersebut adalah:

1. Angkie Yudistia, Pendiri Thisable Enterprise

2. Aminuddin Ma’ruf, Mantan Ketua Umum PMII Periode 2014-2017.

3. Adamas Belva Syah Devara, Pendiri Ruang Guru.

4. Ayu Kartika Dewi, Perumus Pergerakan Sabang Merauke.

5. Putri Indahsari Tanjung, CEO dan Founder Creativepreneur.

6. Andi Taufan Garuda Putra, CEO Amarta.

7. Gracia Billy Mambrasar, Pemuda asal Papua yang mendapatkan beasiwa di Universitas Oxford

8‎. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, akademisi

9. Sukardi Rinakit, intelektual

10. Arif Budimanta, ekonom Megawati Institute

11. Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PKPI.

12. Dini Shanti Purwono, Kader PSI, ahli hukum lulusan Harvard. (

Bagikan