Berita Terkini
Nasional

Sejak Januari 2019, Demam Berdarah di Blora Tembus 297 Kasus

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 23 November 2019 20:03 WIB · 1 menit baca
Sejak Januari 2019, Demam Berdarah di Blora Tembus 297 Kasus

PUBLIKSATU, Memasuki musim penghujan, penyakit demam berdarah patut diwaspadai. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora, sejak awal 2019 hingga kemarin ada 297 kasus demam berdarah. Tiga diantaranya sampai meninggal dunia.

Plt Kepala DKK Blora Lilik Hernanto mengatakan, angka kasus demam berdarah biasanya mulai naik pada November sampai Februari. ”Biasanya siklusnya seperti itu. Itu yang paling utama adalah demam berdarah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Ia menilai hingga pekan ketiga November ini kasus demam berdarah di Kota Sate tergolong rendah. Tetepi pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak terlena dan tetap waspada. ”Ini memang sepi. Biasanya kalau curah hujan tinggi kasus DB naik,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat menciptakan lingkungan yang baik. Dengan menutup, menguras, mengubur (3M). Pada tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Tujuannya untuk meminimalisasi perkembangbiakan nyamuk. Jika ada gejala panas pada tubuh lebih dua hari atau hari ketiga belum kunjung turun, bisa diperiksakan ke dokter.

”Demam berdarah itu ada pendarahan di dalam tubuh. Nantinya harus pemeriksaan trombosit dan hematrokit. Blora itu termasuk tinggi,” paparnya.

Untuk mencegah ini, kata Lilik, dari dinas kesehatan meningkatkan kegiatan promotif. Berupa sosialisasi untuk melaksanakan 3 M. Serta melakukan fogging.(radarkudus/jp)