Staf Khusus Milenial Siap Tampung Aspirasi

PUBLIKSATU, Staf Khusus Presiden milenial Aminuddin Ma’ruf, 33, mengakui bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan mengeksekusi program kerja. Sebatas memberikan masukan kepada presiden. Juga mendorong sisi kreativitas, inovasi, untuk percepatan pencapaian program kerja prioritas presiden. ’’Kami memberi second opinion atas program kerja tersebut,” katanya.
Aminuddin tidak setuju dengan anggapan bahwa keberadaan stafsus berpotensi bertentangan dengan KSP. Sebab, pihaknya akan menerapkan ritme kerja yang kolaboratif. KSP juga akan banyak berfungsi dalam memberikan input ke kementerian yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.
Di sisi lain, stafsus akan lebih sering di lapangan untuk menampung aspirasi di kelompok masyarakat. Mulai kelompok pengusaha muda, pegiat civil society, mahasiswa, hingga santri di pesantren. ”Kami akan lebih banyak di lapangan untuk menghimpun aspirasi. Itulah yang menjadi bahan masukan ke presiden,” papar alumnus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.
Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi menambahkan, kepercayaan Jokowi terhadap kalangan milenial merupakan langkah berani karena tak pernah ditemukan di masa presiden sebelumnya. Tentu itu tantangan bagi anak-anak muda untuk membuktikan kemampuan. ”Mereka dipilih tidak hanya karena muda, tapi juga punya kemampuan,” tutur Baidowi.
Pihaknya pun mengimbau publik memberikan kesempatan kepada anak-anak muda tersebut untuk bekerja. Paling tidak hingga setahun ke depan. (JP)