Wisata Kelud: Sudah Mulus Menuju Kawah

PUBLIKSATU, Peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang pariwisata terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Salah satunya adalah infrastruktur menuju wisata Gunung Kelud. Pemkab telah menyelesaikan akses yang sempat rusak akibat letusan Gunung Kelud pada 2014 silam.
Kepala Seksi Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Haris Siswanto mengatakan, perawatan jalan penunjang wisata Gunung Kelud dilaksanakan di sejumlah titik. Yakni di kawasan bawah atau jalan utama menuju Gunung Kelud. Juga di bagian atas yaitu yang menuju kawah.
“Untuk bagian atas, pembangunan jalan sudah 100 persen. Kemarin tahap terakhir adalah pemasangan guard rail (pagar pengaman jalan),” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Jalan menuju kawah sepanjang 1.365 meter tersebut tak lagi menggunakan aspal. Namun pengerjaannya adalah dengan cor beton atau rigid pavement. Haris menegaskan, pemilihan rigid pavement itu bukan tanpa alasan. Ia menyebut bahwa pengerjaan dengan beton dinilai lebih tahan dibanding aspal. Apalagi kontur jalan yang menanjak membuat titik kejut lebih banyak.
“Pengerjaannya dengan beton dua lapis. Untuk muatan berat lebih tahan dibanding aspal,” jelasnya.
Dari kondisi di lapangan, pengerjaan jalan akses menuju kawah dengan lebar 6 meter itu telah dilakukan sejak Juli lalu. Itu tidak sampai terowongan Ganesha. Masih ada jarak sekitar 200 meter dari terowongan. Haris mengatakan, bahwa kawasan depan terowongan yang lapang itu nanti akan dilakukan pengerasan dengan sistem CTB (cement treated base) atau pengerasan lentur dengan menggunakan semen Portland sebagai pengikat.
Tentu saja, dengan selesainya pengerjaan itu, akses menuju kawah Gunung Kelud semakin mudah. Tidak seperti sebelumnya, di mana jalan aspal penuh lubang akibat material vulkanik erupsi pada 2014 silam.
Meskipun kondisi jalan menuju kawah sudah bagus, namun wisatawan belum bisa sepenuhnya membawa kendaraan sendiri ke wilayah paling atas. Mereka harus memarkir kendaraan di sekitar ‘Buk Glodak’. Dari tempat parkir itu, wisatawan ditawarkan dengan dua pilihan. Yakni berjalan kaki sejauh 2 kilometer lebih atau menggunakan jasa ojek wisata yang telah disediakan penduduk setempat.
Selain pengerjaan menuju kawah, untuk kegiatan perawatan jalan menuju akses wisata ini juga dilakukan di sejumlah titik lain. Yakni di ruas Wates-Ngancar di Desa Tawang, Kecamatan Wates, dan juga di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar. Di ruas itu, Haris menyebut, hanya dilakukan di titik tertentu saja. Yakni pada titik yang rawan bergelombang.
“Pengerjaan juga ada di jalan raya Desa Janti, Wates. Untuk ruas di Desa Janti ada penambahan waktu kontrak karena pengerjaannya belum sepenuhnya selesai dari batas waktu yang ditentukan,” jelasnya.
Untuk diketahui, pada 2019 ini, pemkab memang gencar melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur. Utamanya adalah jalan dan jembatan. Selain untuk pendukung akses wisata, pembangunan jalan di sejumlah titik juga sebagai akses dagang guna peningkatan perekonomian di Kabupaten Kediri. (radarkediri/jp)