Kapal JS Chiyoda Singgah di Surabaya setelah Berlatih di Australia

PUBLIKSATU, Koide Makoto terus menatap kapal penyelamat JS Chiyoda 404 milik tentara Jepang yang tengah bersandar di Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, kemarin (24/11). Pria 54 tahun tersebut terlihat sangat bersemangat menyambut kedatangan rekan senegaranya. Makoto tidak sendiri. Dia ditemani sang istri, Riri Imelde, yang berkebangsaan Indonesia.
Makoto mengaku bersemangat menanti kedatangan kapal berukuran 128 x 20 meter dari tanah kelahirannya itu karena momen tersebut jarang sekali terjadi. Sejak tinggal di Surabaya mulai 2003, itu momen pertamanya bisa melihat serta memasuki kapal perang tersebut. ”Selain itu, di sini kami bisa saling bertemu dan bersilaturahmi dengan warga Jepang lain yang berada di Surabaya,” ungkapnya.
JS Chiyoda singgah di Surabaya selama dua hari. Yakni, kemarin dan hari ini (25/11). Mereka mampir ke Indonesia setelah berlatih di Australia. Komandan kapal JS Chiyoda, Letnan Kolonel Watanabe, mengaku mendapatkan kehormatan bisa bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, salah satu wilayah kemaritiman TNI-AL Indonesia.
’’Kualitas serta kemampuan TNI Indonesia sangat mengangumkan dan tak perlu lagi diragukan. Bahkan, patut menjadi contoh bagi negara lainnya. Termasuk Jepang,’’ jelasnya. Karena itu, kerja sama semakin dimaksimalkan. Dalam hal tersebut, pihaknya akan terus membantu menyelesaikan persoalan di Indonesia. ”Seperti bencana alam, pencegahan radikalisme, dan masih banyak lagi. Begitu pun sebaliknya,” tuturnya.
Dalam kunjungan singkat tersebut, pihaknya juga ingin mengadakan pertemuan dengan warga Jepang yang berada di Indonesia. Mereka juga berencana mengunjungi makam para pahlawan negaranya yang gugur di Indonesia. ”Dan yang tidak kelewat adalah kebudayaan dan kuliner di sini (Surabaya). Saya paling suka makan yang berbahan kelapa. Semoga ada di sini,” ujarnya. (JP)