Melihat Kegigihan Atlet Sambo Kepton

Persatuan Sambo (Persambi) Kepulauan Buton sudah mulai mengukir prestasi. Mengapa tidak, baru pertama kali ikut turnamen, namun sudah mengharumkan Sultra di kanca nasional. Bagimana ceritanya, berikut komfirmasi dengan Pelatih Sambo Kepton, Asrun Tandena.
Laporan: Djumaluddin-- Buton Pos
DI Kejuaraan Sambo Jawa Timur 23 dan 24 November, Sambo Kepton berhasil mengukir prestasi dengan meraih satu medali emas, delapan perak dan enam perunggu. Emas itu berasal dari Sport Combat putra pada kelas 100 Kg atas nama Harianto.
Adapun perak dari Sport Combat 68 Kg atas nama Safiun, Sport Bantingan putra pada kelas 52 kg Zulfikar Rachman, Kelas 62 Kg Jody Setiawan Tandena, Kelas 82 Kg Lukman Hakim, kelas 90 Kg Muh Hamza, Sport Bantingan putri pada kelas 48 Kg Dwi Wulan, kelas 52 Nur Hasanah dan kelas 56 Kg atas nama Rara Asrar.
Sedangkan perunggu pada Sport Combat putra kelas 62 Kg atas nama Maulana Ibrahim, kelas 74 Kg putra Ilham Umar, Sport Banting putra kelas 57 Kg Aldi Nizar Setiawan, kelas 68 Kg Muh. Amirullah, kelas 74 kg Abdul Zakimbo dan kelas 100 Kg Rahmamsyah Azis.
Pelatih Sambo Kepton, Asrun Tandena pada koran ini mengatakan, sesungguhnya pertandingan kali ini adalah kejuaraan pertama yang dilakoni pihaknya. Apalagi minim pelatihan dan pengalaman untuk meraih medali bukan skala prioritas. Yang terpenting atlet dapat menimbah pengalaman yang banyak, dan dapat dijadikan acuan dan motivasi dipertandingan berikutnya.
"Namun Alhamdulillah dengan perjuangan yang kuat kami dapat meraih satu Emas, delapan Perak, dan enam Perunggu. Ini pencapaian yang luar biasa dari para atlet," kata Asrun Tandena pada koran ini, kemarin.
Menurut mantan atlet Judo yang berapa kali meraih mendali emas tingkat nasional itu, kendala lain membuat pihaknya pesimis adalah soal kurangnya dana. Hingga usai pertandingan tidak ada bantuan sama sekali dari Pemprov Sultra dalam hal ini KONI Sultra. Padahal pihaknya membawa nama Sultra dan berhasil mengharumkannya di tingkat nasional.
"Saya melihat atlet begitu semangat. Dengan sumbangan dari beberapa pihak, akhirnya kami naik KM Dorolonda ke Surabaya. Hasilnya sangat mengembirakan. Dari 12 provinsi yang ikut kami peringkat keempat sesudah ke Lampung juara ke tiga, lalu juara kedua Jawa Barat. Dan tuan rumah Jatim juara pertama," ungkapnya.
"Hasil prestasi anak-anak atlet akan kami bawa langsung ke Ketua KONI Sultra, Ibu Agista, supaya beliau melihat langsung kesungguhan kami, bahwa kami memang sungguh-sungguh untuk meraih prestasi, bukan lainnya," tambahnya.
Dikatakan juga dengan hasil di kejuaraan Sambo Jatim, pihaknya akan mempersiapkan diri di Kejurnas bulan Maret 2020 dan PON di Papuan tahun 2020. "Tentu kami akan latihan lebih giat lagi, apalagi ada atlet yang dapat golden PON 2020, atas nama Jody Setiawan Tandena namanya langsung masuk mewakili Sultra di PON 2020," tukasnya.
Saat ditanya bagaimana kondisi terakhir atlet, Ketua Persambi Buton ini menerangkan semua dalam keadaan sehat. Kendatipun ada berapa atlet yang sobek bibirnya dan memar bagian pipinya. "Semua bisa dikatakan sehat. Dalam waktu dekat kami pun balik ke Baubau dengan menggunakan kapal Pelni," pungkasnya. (***)