Berita Terkini
Nasional

Ekspor Toyota Masih Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 30 November 2019 01:15 WIB · 2 menit baca
Ekspor Toyota Masih Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

PUBLIKSATU, Kondisi perekonomian negara tujuan yang saat ini masih belum menjanjikan menjadi faktor penentu pertumbuhan ekspor Toyota. Sepanjang Januari hingga Oktober 2019, ekspor kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) merek Toyota naik sebesar 3% dengan volume sebanyak 178.500 unit dibandingkan periode yang sama pada 2018 dengan jumlah 173.600 unit.

“Kami terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif antara lain dengan cara melakukan studi-studi komprehensif untuk dapat menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam,” tutur Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Jakarta, Jumat (29/11).

Selain mengekspor kendaraan utuh, Toyota dan grupnya di Indonesia juga mengirimkan kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) sebanyak 38.300 unit, mesin bensin sebanyak 96.800 unit, mesin etanol sebanyak 7.400 unit serta lebih dari 81 juta buah komponen kendaraan dalam periode sepuluh bulan di 2019.

Tercatat sebanyak lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia menjadi destinasi ekspor produk bermerek Toyota.

Dengan kondisi seperti ini Toyota sangat berhati-hati dalam menentukan negara tujuan ekspor. Karena ini sangat berhubungan dengan pengelolaan investasi yang ada di Indonesia sebagai salah satu negara basis produksi.

Terkait hal ini TMMIN menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik. TMMIN dianggap berhasil menjaga konsistensinya menjadi investor sekaligus pengekspor produk otomotif di Indonesia.

Menurut Warih pihaknya senantiasa mematuhi pelaksaan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan. Didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap pinjaman luar negeri yang diperoleh, sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa.

“Penghargaan ini menjadi sebuah pemicu bagi kami untuk bisa memberikan sumbangsih lebih banyak lagi kepada negeri tercinta terutama melalui penanaman investasi yang konsisten dan terealisasi sesuai dengan perencanaan serta menggiatkan lagi performa ekspor sehingga dapat membantu keseimbangan neraca perdagangan dari sektor otomotif,” pungkas Warih. (JP)