Berita Terkini
Nasional

Luhut: Program Biodiesel Bisa Berhenti di B50 Jika Tidak Replanting

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 10 Desember 2019 20:46 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Luhut: Program Biodiesel Bisa Berhenti di B50 Jika Tidak Replanting

PUBLIKSATU.CO – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa kemungkinan program biodiesel akan berhenti di B50. Padahal program ini telah membantu pemerintah menurunkan tingkat impor migas secara year on year (YoY).

“B20 kita punya impor energi YoY itu sama dengan 2009, 2016 kita sudah tidak impor, tahun depan kita akan masuk B40,” jelasnya di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12).

Rencana pemberhentian tersebut akan terjadi apabila suplai bahan bakar nabati tidak cukup untuk menjadi campuran solar. Apalagi, harga untuk CPO (minyak sawit mentah) saat ini berada di angka US$ 700 per metrik ton.

“Karena harga crude palm oil sudah naik hampir 700 dolar per metrik ton, karena B20, B30 mungkin akan naik di level US$ 750,” tuturnya.

Akan tetapi, untuk mengantisipasi tersebut, pihaknya bersama kementerian terkait melakukan replanting program atau peremajaan kelapa sawit. “Dengan bibit yang baru kita harapkan bisa produksi 6-8 ton per hektar, kita punya 14 juta hektar,” tuturnya.

Luhut menuturkan, apabila program replanting dapat berjalan dengan baik, kemungkinan B50 akan dihentikan dan langsung akan memproduksi ke B100. “Jika kita berhenti di B50, jadi mungkin bisa aja B100 yang nanti misalnya hanya untuk PLN yang pakai minyak sawit ya,” tutupnya.(jp)

Bagikan