Berita Terkini
Nasional

Mandiri Nusa Dua International Run Jadi Potensi Sport Tourism

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 16 Desember 2019 02:35 WIB · 2 menit baca
Mandiri Nusa Dua International Run Jadi Potensi Sport Tourism
Peserta Mandiri Nusa Dua International Run 2019 di Tol Bali Mandara, Minggu (15/12).

PUBLIKSATU, Ratusan pelari mengikuti event lari Mandiri Nusa Dua International Run 2019 di Jalan Tol Bali Mandara, Minggu (15/12). Kegiatan yang diselenggarakan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Bank Mandiri (Persero) dan PT Jasa Marga Bali Tol itu diikuti sekitar 1.200 pelari dari 13 negara.

Managing Director ITDC, IGN Ardita saat diwawancara mengatakan event Mandiri Nusa Dua International Run 2019 ini ingin mengangkat potensi "sport tourism" atau pariwisata berbasis olahraga di Pulau Dewata. Hal tersebut seiring juga dengan rencana pihak ITDC, untuk menambah 1 kegiatan untuk masuk kalender event pariwisata Bali dan Kemenpar. Dimana setelah Nusa Dua Fiesta, ITDC merencanakan Nusa Dua Internasional Run ini menjadi satu event dari kalender pariwisata Bali dan Kemenpar.

"Kita ingin menambah 1 event lagi untuk masuk kalender pariwisata, yaitu Mandiri Nusa Dua Internasional Run. Jadi kalau sebelumnya kami punya kalender event terkait seni dan budaya, maka tambahan event ini kita harap jadi ajang sport tourism di Bali," ujarnya

Nanti diawal tahun 2020, pihaknya akan mengevaluasi kegiatan tersebut untuk diusulkan menjadi kalender event pariwisata Kemenpar dan Bali, entah nantinya memakai nama tersebut atau kembali ke nama Nusa Dua Night Run.

"Kita akan evaluasi dan tetapkan dulu apa yang akan dipakai nama event ini nantinya. Tapi melalui kegiatan ini kita jadikan modal untuk promosi. Jika event ini semakin tertata dengan baik (masuk ke kalender event), maka animo akan lebih baik lagi kedepannya,"jelasnya.

Ardita menambahkan, untuk membuat kalender event tersebut efektif di dalam menambah kunjungan wisatawan ke Bali, tentunya diperlukan penetapan waktu yang sesuai sejak jauh hari. Sebab jika event sport tourism tersebut digelar dalam jangka pendek, maka wisatawan cenderung akan kesulitan dalam mengatur jadwalnya. Termasuk mempertimbangkan musim low session kunjungan wisatawan, sehingga nantinya event tersebut mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Di triwulan kedua kita harapkan ini sudah bisa ditetapkan. Sehingga bila diinformasikan dan dipromosikan lebih dini. Bagi wisatawan yang ingin liburan juga kan mudah bisa memperhitungkan jadwalnya, sehingga mereka bisa berlibur sambil berolahraga dan fun," jelasnya.

Untuk merealisasikan hal itu, pihaknya menyadari bahwa itu sangat memerlukan dukungan semua pihak. Sehingga tidak ada nantinya event yang saling bertabrakan, ataupun bersaing satu sama lainnya. Selain itu event itu diakuinya juga sudah dipantau oleh Kemenpar, sehingga bisa menjadikan gambaran, penyempurnaan dan apa yang bisa ditawarkan lebih nantinya. (baliexpress/jp)