Berita Terkini
Nasional

Tarif Tol Mulai Berlaku Dini Hari, Dupak–Manyar Bayar Rp 17 Ribu

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 18 Desember 2019 21:29 WIB · 3 menit baca
Tarif Tol Mulai Berlaku Dini Hari, Dupak–Manyar Bayar Rp 17 Ribu

PUBLIKSATU, Tarif jalan tol Surabaya–Gresik resmi berganti hari ini. Kenaikan biaya masuk akses transportasi yang membentang dari Dupak (Surabaya)–Manyar (Gresik) itu berlaku sejak dini hari tadi. Tarif naik Rp 200 per kilometer untuk kendaraan golongan I dan II.

Peningkatan tarif tersebut tidak terlepas dari program penyesuaian tarif yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) pada 2019. Tarif tol yang sebelumnya dipatok Rp 619 per kilometer naik menjadi Rp 819 per kilometer. Jadi, tarif tol Surabaya–Gresik untuk mobil pribadi yang dulu Rp 13 ribu sekali jalan berubah menjadi Rp 17 ribu.

Kepala Bagian Umum PT Margabumi Matraraya Andjar Hari Sutoto menjelaskan, sosialisasi terkait kenaikan tersebut digencarkan sebulan terakhir. Selain pemasangan spanduk, ada pemberitahuan lewat pamflet. Andjar memastikan tidak ada keruwetan di pintu gerbang akibat peningkatan tarif. ”Kami punya tim khusus untuk menyetel sistem pembayaran di lima pintu gerbang. Jadi, pergantian tarif tidak akan menimbulkan kemacetan,” kata Andjar.

Dia menjelaskan, ada dua orang yang bertugas di masing-masing pintu gerbang. Selain mengubah sistem, mereka harus memastikan pergantian tarif berjalan lancar Menurut Andjar, PT Margabumi juga telah mengantisipasi kebingungan pengguna jalan akibat perubahan tarif tersebut. Ada petugas yang berjaga di dekat alat pembayaran. ”Sistem pembayaran sebenarnya sudah memakai kartu. Tapi, petugas tetap stand by di pintu gerbang,” tambah Andjar.

Dia menjelaskan, kenaikan tarif tol tidak terlepas dari inflasi dan kebutuhan investasi. PT Margabumi terus berupaya meningkatkan layanan di jalan tol Surabaya–Gresik dengan memperlebar jalan dan menambah gardu. Sementara itu, pembangunan memerlukan biaya yang tak sedikit.

Ketua DPC Khusus Organda Tanjung Perak Kody Lamahayu menyatakan bahwa kenaikan tarif tidak terlalu tinggi. Hanya, hal itu tetap berdampak pada sektor logistik. Akan terjadi pembengkakan biaya pengiriman barang.

”Jalan tol Surabaya–Gresik merupakan jalur utama logistik di Jatim. Jadi pilihan setelah Jalan Osowilangun sering macet,” kata Kody. Dia menyebutkan, ada sekitar 9 ribu truk yang wira-wiri di tol Surabaya–Gresik setiap hari. Sebagian besar membawa barang ke pelabuhan.

Kody meminta sosialisasi kenaikan tarif tersebut diperbanyak. Sebab, masih ada sebagian pengusaha yang belum tahu. Sosialisasi penting untuk pertanggungjawaban perusahaan angkutan. ”Dengan adanya pemberitahuan yang jelas, pengguna jasa angkutan akan mengerti. Jadi, kami tidak rugi,” kata Kody.

Wakil ketua Apindo Jatim Tri Andhi Suprihartono menjelaskan, kenaikan tarif tidak akan terlalu banyak mengubah volume kendaraan. Kendaraan di tol tetap banyak. ”Sekarang jalan tol sudah menjadi kebutuhan utama di sektor logistik,” kata Tri Andhi.

Tak jauh berbeda dengan Kody, pria asal Probolinggo itu berharap kenaikan tarif diikuti dengan peningkatan pelayanan. Perlu ada evaluasi di pintu-pintu gerbang. ”Terkadang masih banyak alat yang sulit membaca kartu tol. Itu bikin antre lama di gerbang,” kata Tri Andhi.

Dia juga berharap ada evaluasi terkait kemacetan di pintu gerbang. Misalnya, exit tol Kebomas, Gresik. Di kawasan tersebut, sering kali terjadi kemacetan saat kendaraan hendak keluar tol.

—

Tarif Jalan Tol Surabaya–Gresik

Golongan I

Asal | Tujuan | Tarif Lama | Tarif Baru

Dupak | Tandes | 2.000 | 3.000

Romokalisari | 5.500 | 7.500

Kebomas | 10.000 | 13.500

Manyar | 13.000 | 17.000

Gol II

Asal | Tujuan | Tarif Lama | Tarif Baru

Dupak | Tandes | 3.000 | 4.500

Romokalisari | 8.500 | 11.000

Kebomas | 15.000 | 20.000

Manyar | 19.000 | 25.500