Hujan di Ibu Kota, Genangan di 13 RW Wilayah Jakarta Timur Belum Surut

PUBLIKSATU, Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta sejak Jumat malam (7/2) hingga Sabtu (8/2) membuat sebagian kawasan DKI Jakarta masih tergenang.
Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, terdapat 13 RW yang masih tergenang banjir di wilayah Jakarta Timur.
“Hingga Minggu (9/2) pagi, pukul 06.00 WIB, genangan tersisa terdapat di Jakarta Timur (13 RW). Sedangkan, wilayah lain telah surut dan selesai ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dan PPSU Kelurahan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Subejo dalam keterangannya, Minggu (9/2).
Subejo menyebut, ketinggian air di 13 RW tersebut saat ini berkisar 10 – 30 cm dan 60 – 90 cm. Masih tergenangnya sebagian wilayah di Jakarta Timur karena curah hujan yang tinggi. Selain itu meluapnya Kali Ciliwung, Kali Sunter, Kali Buaran, dan Kali Jati Kramat.
Menurut Subejo, penanganan yang dilakukan yakni pengerahan pompa dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta. Kemudian dibantu PPSU Kelurahan terkait.
BPBD DKI turut menyiapkan bantuan kebutuhan pokok, seperti air mineral, tikar, terpal, matras, biskuit, selimut, peralatan mandi, hingga perlengkapan anak-anak. “Semua yang dibutuhkan warga itu kami bantu siapkan,” imbuhnya.
Subejo mengatakan, terdapat delapan lokasi pengungsian di Jakarta Timur. Kendati genangan di wilayah lainnya telah surut, namun sejumlah warga masih mengungsi.
“Di antaranya di Jakarta Utara, terdapat satu lokasi pengungsian dan di Jakarta Selatan, terdapat dua lokasi pengungsian. Sebagian warga yang masih mengungsi tersebut lantaran menunggu pembersihan lokasi pascabanjir, yang mana air telah surut di tempat tinggal mereka,” terangnya.
Pemprov DKI Jakarta terus bersiaga selama musim penghujan. Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan pompa mobile, membersihkan dan melancarkan tali air untuk mengurai volume air.
“Membersihkan sampah maupun lumpur di saluran air untuk memastikan genangan cepat surut, baik itu di ruas jalan hingga kawasan permukiman,” pungkasnya. (JP)