Berita Terkini
Nasional

IndoPremier Gelar Sharia Investor Forum Dongkrak Transaksi Syariah

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Minggu, 23 Februari 2020 01:31 WIB · 3 menit baca
Bagikan
IndoPremier Gelar Sharia Investor Forum Dongkrak Transaksi Syariah
PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) bekerja sama dengan Bahana TCW Investment Management menggelar Sharia Investor Forum 2020 di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia,

PUBLIKSATU, Investor syariah di pasar modal Indonesia tumbuh signifikan. Total investor syariah per Januari 2020 mencapai 70.132 atau meningkat 2,2 persen dari akhir 2019 yang mencapai 68.599 investor. Ada pun rasio investor syariah dari total investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencapai 1.118.733 adalah sebesar 6,3 persen. Menariknya, sekitar 68.599 investor, atau 9,5 persen dari total investor syariah merupakan investor aktif.

PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) bekerja sama dengan Bahana TCW Investment Management menggelar Sharia Investor Forum 2020 bertajuk “Review Pasar Modal Syariah 2019 dan Outlook Pasar Modal Syariah 2020” di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Sabtu (22/02).

Head of Marketing IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas, Paramita Sari menyebut investasi syariah memang sangat menarik karena menjalankan kepatuhan (compliance) pada nilai-nilai dan ajaran agama Islam.

“Investasi syariah mampu mengakomodasi keinginan untuk memiliki investasi yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Ini yang ingin terus kita gencarkan. IndoPremier sendiri telah menjalankan aplikasi online trading syariah yang telah mendapat sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN) sejak tahun 2011,” tandasnya.

Seiring berjalannya waktu, IPOT Syariah disambut dengan baik oleh masyarakat. Saat ini investor syariah yang terdaftar di IndoPremier hampir mencapai 19.000 investor dengan jumlah investor syariah terbanyak di daerah Jawa Barat (20,5 persen), Jawa Timur (16,4 persen), dan DKI Jakarta (13,2 persen).

Hadir selaku narasumber di acara Sharia Investor Forum adalah Director of Chief Economist Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, Central Board of Masyarakat Ekonomi Syariah, Dr. Adiwarman A. Karim dan Head of Islamic Capital Market Indonesia Stock Exchange, Irwan Abdalloh.

Dalam paparannya Director of Chief Economist Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat menekankan pentingnya transformasi dari saving ke investing society sebagai solusi risiko “tuwir sebelum tajir” dengan mengungkap fakta bahwa selama 10 tahun terakhir perekonomian Indonesia cenderung kurang produktif, kompetitif, efisien, dan berkeadilan.

Bahana TCW Investment Management sendiri memiliki sejumlah produk yang ditawarkan dalam semangat transformasi dari saving ke investing society, seperti Bahana Icon Syariah, Bahana Likuid Syariah, dan Bahana MES Syariah Fund.

Sementara itu, Central Board of Masyarakat Ekonomi Syariah, Dr. Adiwarman A. Karim mengungkapkan tren positif investasi reksa dana syariah. Ia berpendapat pertumbuhan reksa dana syariah lebih signifikan dibanding reksa dana konvensional sejak tahun 2016.

“Pertumbuhan market share reksa dana syariah terhadap reksa dana konvensional sejak 2016 meningkat tajam hingga 372 poin. Sayangnya, pasar modal syariah memiliki banyak potensi yang belum terserap secara optimal,” tandasnya.

Head of Islamic Capital Market Indonesia Stock Exchange, Irwan Abdalloh pun mengaku gembira karena di tengah gejolak pasar global di tahun 2019, ternyata Pasar Modal Syariah Indonesia tetap tumbuh signifikan.

“Jumlah saham syariah yang tercatat di BEI pun terus bertambah mencapai 63 persen dari total saham yang tercatat di BEI dengan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp 3.639 triliun,” pungkasnya. (JP)

Bagikan