Berita Terkini
Nasional

Pemerintah Mulai Bahas Ramadan dan Idul Fitri di Tengah Corona

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 19 Maret 2020 06:36 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Pemerintah Mulai Bahas Ramadan dan Idul Fitri di Tengah Corona
Strelisasi Masjid Istiqlal (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PUBLIKSATU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengetuai Gugus Tugas Penanganan COVID-19 memperkirakan puncak kasus virus korona di Indonesia akan terjadi hingga Mei 2020.

Bertepatan dengan itu, Indonesia dihadapkan pada sejumlah tradisi besar seperti bulan suci Ramadan. Pada momen tersebut umat Islam kerap kali menjalani buka buasa bersama, mudik, hingga sungkeman saat hari raya Idul Fitri.

Situasi ini tentu membutuhkan perhatian khusus. Mengingat pada momen tersebut menjadi sarana perkumpulan orang banyak. Dan rata-rata melibatkan kontak langsung, sehingga berpotensi menularkan korona.

Terkait itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah sudah mulai membahas kondisi ini. Supaya tradisi masyarakat tetap bisa berjalan seperti biasa.

“Kita sekarang ini harus sudah berbicara tentang bagaimana pengumpulan orang saat tarawih, buka bersama, terutama saat mudik lebaran, itu semua sudah mulai dibicarakan,” kata Mahfud kepada wartawan, Rabu (18/3).

Pemerintah pun akan menggelar komunikasi dengan lembaga-lembaga keagamaan, tokoh masyarakat guna membahas ini. Namun, Mahfud belum menjelaskan ihwal bagaimana langkah yang akan ditempuh.

“Keputusan untuk itu belum ditetapkan. Semua komando ada di BNPB yang menginformasikan setiap protokol dan perkembangan tentang pengendalian situasi (korona) itu,” pungkasnya.

Bagikan