Berita Terkini
Nasional

Presiden Jokowi Didesak Segera Buka Data Perjanjian Utang Dengan China

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Senin, 27 April 2020 01:16 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Presiden Jokowi Didesak Segera Buka Data Perjanjian Utang Dengan China

PUBLIKSATU - Desakan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membuka data perjanjian utang dengan China terus disuarakan. Desakan ini lahir setelah beberapa negara sentimen negatif atas pinjaman utang dari negeri tirai bambu tersebut.

Salah satunya disampaikan pengajar komunikasi politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah. Hal itu berkaca dari Presiden Tanzania John Magufuli yang mengungkap perjanjian utang dengan China dan dianggap mengalahkan logika yang hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk.

"Dalam kondisi banyaknya informasi tentang iklim pinjaman China di berbagai negara, dan lebih banyak yang bernada negatif, perlu bagi Presiden (Jokowi) untuk membuka perjanjian dengan China," ucap Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/4).

Hal itu, kata Dedi, perlu dilakukan Presiden Jokowi agar memperoleh dukungan publik dalam proses pembangunan serta memulihkan kepercayaan publik pada pemerintah.

"Hal ini baik untuk memperoleh dukungan publik dalam proses pembangunan. Bagaimanapun, sentimen negatif pada China tidak dapat ditutupi, untuk memulihkan kepercayaan publik pada pemerintah, presiden seyogyanya terbuka," pungkas Dedi. (rmol)

Bagikan