Tujuh Hari Tujuh Malam
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
PENUH drama. Setelah terombang-ambing selama tujuh hari tujuh malam dan ditolak di berbagai pelabuhan, kapal kargo KM Mega Abadi asal Obi, Maluku Utara (Malut), akhirnya membuang sauh di Pelabuhan Banabungi, Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sabtu (2/5).
Demikian informasi yang saya peroleh dari akun Facebook DisKominfo Dan Persandian Buton yang statusnya diposting 2 Mei pukul 13.08 Wita.
Kapal kargo tersebut memuat penumpang asal Kepulauan Buton yang hendak mudik. Sejatinya kapal menurunkan penumpang di Kota Baubau, Kamis (30/4) malam. Namun Kota Baubau yang masuk wilayah zona merah Covid-19 tidak mengizinkan dan warga menolak kapal tersebut untuk menurunkan penumpang.
KM Mega Abadi melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Bandar Batauga, Buton Selatan. Namun warga Bumi Gajahmada juga menolak kapal untuk membuang sauh.
Hingga akhirnya Pemerintah Kabupaten Buton, membolehkan kapal berlabuh di Pelabuhan Banabungi Pasarwajo. Meski diterima berlabuh di Kabupaten Buton, namun Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah menyiapkan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya, untuk mengantisipasi jika terdapat virus corona alias Covid-19 pada penumpang yang akan turun.
"Kapal berlabuh di Pelabuhan Banabungi sekitar pukul 09.00 Wita. Satgas telah menyiapkan protokol penanganan yang ketat,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Buton, dr Hayun.