Berita Terkini
Nasional

Pemerintah Bantah Adanya Kenaikan Tarif Listrik, Jubir Presiden: Masa Pandemik, Kita Lebih Intens Kerja Di Rumah Mengakibatkan Penggunaan Listrik Turut Meningkat

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 9 Juni 2020 06:02 WIB · 1 menit baca
Pemerintah Bantah Adanya Kenaikan Tarif Listrik, Jubir Presiden: Masa Pandemik, Kita Lebih Intens Kerja Di Rumah Mengakibatkan Penggunaan Listrik Turut Meningkat

PUBLIKSATU - Melonjaknya tagihan listrik yang dirasakan masyarakat selama masa pandemi virus corona baru atau Covid-19 kembali dibantah oleh pemerintah.

Melalui Jurubicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia, pemerintah menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik seperti yang dikeluhkan warga beberapa waktu terakhir.

"Lonjakan tarif listrik yang tinggi disebabkan oleh konsumsi yang jauh lebih banyak saat kita lebih sering beraktifitas di rumah," ujar Angkie Yudistia dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/6).

Memperkuat alasan kenaikan listrik karena penggunaan masyarakat di rumah meningkat, Angkie Yudistia menyebutkan bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga menjadi faktor penyebabnya.

"Masa pandemik yang mendorong diberlakukannya kebijakan PSBB menjadikan kegiatan kita lebih intens di rumah dan mengakibatkan penggunaan listrik yang juga turut mengalami peningkatan," sebutnya.

Secara teknis, lanjut angkie Yudustia, PLN juga telah menjelaskan faktor yang menyebabkan tarif listrik menjadi tinggi selama PSBB.

"Ada sistem angsuran carry over selama tiga bulan untuk menjaga lonjakan tagihan akibat pemakaian yang lebih banyak dibanding sebelum PSBB," katanya.