Bisnis Jadi Pilihan Kapten PSS Selama Pandemi Covid-19
Bagikan

PUBLIKSATU, BOLA – Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto memiliki kesibukan selama kompetisi Liga 1 2020 diliburkan.Ia kini fokus pada bisnis berjualan beras dan gula.
Pukul 11.00 merupakan waktu bagi Bagus Nirwanto untuk bekerja. Bukan berlatih di lapangan seperti biasa. Tapi, dia harus mengepak gula dan beras. Dua bahan pokok itu dikemas rapi, kemudian dimasukkan ke dalam jok mobil di bagian belakang.
Setelah dirasa siap, dia langsung tancap gas. Bek sayap PSS Sleman itu menuju kawasan Taman Pinang, Sidoarjo. Begitu sampai, jok belakang mobil dibuka. Beras dan gula yang ada di dalamnya kemudian dijual. Aktivitas itulah yang dia lakukan selama bulan puasa lalu.
Ide berjualan tersebut muncul dari sang mertua. Kebetulan, Bagus memang tinggal satu rumah dengan mertuanya di kawasan Jati, Sidoarjo. ’’Daripada di rumah nggak ada kegiatan, ditawari buat jual gula sama beras,’’ kata Bagus. Kebetulan, sang mertua punya kenalan produsen gula di Lamongan. Termasuk tengkulak beras di kawasan Sidoarjo.
Bagus kemudian membeli gula hingga 1 ton. Gula tersebut kemudian di-packing per 1 kilogram. ’’Kalau packing ya dibantu mertua juga,’’ jelasnya. Untuk beras, Bagus membeli kemasan karung ukuran 3 kilogram. Setiap harinya, dia mengambil 30 karung beras. Nah, gula dan beras itulah yang dia jual di kawasan Taman Pinang, Sidoarjo.
’’Dalam sehari, gula bisa terjual sampai 50 kilogram. Kalau beras ya 30 karung habis dalam sehari. Besoknya ambil lagi,’’ ungkap pemain jebolan tim internal Persebaya Surabaya PSAD tersebut. Harga yang ditawarkan memang jauh lebih murah. Untuk gula, harganya Rp 17.500 per kilogram. Sementara itu, beras 3 kilogram dia jual Rp 30 ribu.
Karena itu, gula dan beras yang dia bawa cepat laku. Sebab, saat itu harga gula sempat menyentuh Rp 20 ribu per kilogram. Sementara rata-rata harga beras adalah Rp 12 ribu per kilogram. ’’Saya memang nggak mau ambil untung banyak. Untung sedikit nggak masalah. Yang penting jualannya lancar,’’ kata pemain kelahiran 23 Maret 1993 tersebut.