Titik Terang Terbunuhnya George Floyd, Thomas Lane Mengaku Hanya Ikuti Perintah
Bagikan

PUBLIKSATU – Melalui pengacaranya, Thomas Lane membuat pengakuan bahwa dirinya hanya mengikuti perintah saat kejadian. Yah, Thomas merupakan salah satu polisi yang diduga terlibat dalam pembunuhan George Floyd.
Dilansir dari New York Post, Senin (8/6), saat insiden penyiksaan terhadap Floyd, Thomas Lane kebagian memegangi kaki Floyd agar ia tidak bisa melarikan diri. Lane bersikukuh bahwa dia sudah melakukan tindakan yang benar sesuai perintah atasannya yakni Derek Chauvin, polisi yang menindih leher Floyd dengan lututnya.
“Dia (Lane) sudah melakukan apa yang menurutnya benar,” kata pengacaranya, Earl Gray, Senin (8/6).
“Lane melakukan apa yang menurutnya benar. (Lane) tidak berdiri dan menonton. Dia memegang kaki karena (Floyd) pada awalnya berontak,” jelas Gray.
Menurut Lane, penyebab utama kematian Floyd adalah tidakan Derek Chauvin yang menindih leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit.
Gray mengatakan, Lane sebetulnya mempertanyakan keputusan atasannya (Chauvin) melakukan tindakan tersebut. “Ketika dia (Lane) memegang kakinya, dia berkata kepada Chauvin, ‘Haruskah kita menggulingkannya karena dia bilang dia tidak bisa bernapas?’ Chauvin mengatakan tidak,” kata Gray.
“Jika Anda pernah berada di korpsmiliter, ketika Anda bertanya pada atasanmu apakah kita harus melakukan sesuatu dan dia berkata tidak, apakah kamu bisa menolak? Tentu tak bisa menolak. Kalian pasti akan tetap melakukannya (perintah atasan),” Gray menekankan.