Berita Terkini
Internasional

Alice Cutter Dipenjara Gegara Bergabung Kelompok Fasis

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 10 Juni 2020 15:27 WIB · 2 menit baca
Alice Cutter Dipenjara Gegara Bergabung Kelompok Fasis
Mantan kontestan putri kecantikan Miss Hitler, Alice Cutter, ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara tiga tahun karena bergabung dengan kelompok fasis ( SWNS.com)

PUBLIKSATU – Alice Cutter, seorang mantan kontestan putri kecantikan Miss Hitler ditangkap dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Dia dinyatakan menjadi bagian dari kelompok ekstrem yang dilarang.

Alice yang berusia 23 tahun itu bertukar ratusan pesan dengan anggota kelompok pengumbar kebencian yang dikenal dengan Aksi Nasional. Kelompok tersebut mengumbar paham rasisme dan fasisme. Hal tersebut seperti dilansir dari Mirror, Selasa (9/6).

Mantan rekannya, Mark Jones yang sebelumnya menjabat sebagai anggota sayap pemuda Partai Nasional Inggris, juga dihukum karena ikut terlibat sebagai anggota. Dia dijatuhi hukuman penjara selama lima setengah tahun.

Selain itu, beberapa anggota kelompok lainnya yakni Garry Jack dari Shard End, dan Connor Scothern dari Nottingham. Jack dipenjara selama empat setengah tahun, sementara Scothern dijatuhi hukuman 18 bulan penjara.

Sementara itu, anggota kelompok lain yakni Daniel Ward dari Birmingham, mengaku bersalah menjadi anggota Aksi Nasional tahun lalu dan dipenjara selama tiga tahun. Petugas menemukan bukti buku terlarang dan pisau Nazi di rumah Cutter dan Jones. Polisi juga menemukan sebuah busur, gambar-gambar ekstrem, dan sebuah bendera dan stiker Nazi di rumah Scothern.

Pada sidang lanjutan Cutter pada Maret, para jaksa penuntut mengatakan bahwa sang mantan kontestan ajang kecantikan itu sengaja ikut untuk mendorong perekrutan anggota. Kelompok itu dijuluki organisasi rasis, anti-Semit, dan homofobia. Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Amber Rudd pernah melarang kelompok itu pada Desember 2016.

Cutter juga pernah bercanda tentang penyerangan menggunakan gas beracun di sinagoge. Cutter juga menghadiri demo di York pada Mei 2016.