Berita Terkini
Olahraga

Kabar Baik Buat Pemain PSMS Medan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 16 Juni 2020 05:08 WIB · 2 menit baca
Kabar Baik Buat Pemain PSMS Medan
Pemain PSMS Medan saat jalani latihan

PUBLIKSATU – PSMS Medan serius mempersiapkan diri. Bahkan, Ayam Kinantan jadi satu-satunya klub Liga 2 yang sudah mengumpulkan pemain untuk latihan meski belum semua berkumpul.

Rencananya, awal Juli mendatang, seluruh pemain PSMS berkumpul. Tapi, ini akan jadi masalah baru. Sebab, PSMS akan keluar biaya tambahan untuk melakukan rapid test plus berbagai hal sesuai protokol kesehatan. Belum lagi perihal gaji pada Juli yang belum diatur dalam surat keputusan PSSI soal pemotongan gaji pemain sejak Maret lalu.

Ya, SK PSSI soal pembayaran gaji maksimal 25 persen hanya berlaku sampai Juni. Artinya, pada Juli dan seterusnya, belum ada keputusan apa pun. PSSI tampaknya akan memutuskan terkait hal itu berbarengan soal kelanjutan kompetisi dalam rapat exco yang rencananya digelar dalam waktu dekat.

Sekretaris Tim PSMS Julius Raja mengungkapkan, timnya harus segera melakukan renegosiasi kontrak pemain. Sebab, PSMS sudah punya kegiatan mulai Juni hingga akhir tahun jika kompetisi diteruskan. Jika itu terjadi, Julius ingin segera ada keputusan perihal pembayaran gaji untuk pemain di Liga 2.

Harapannya, PSMS ingin PSSI meneruskan SK soal pembayaran gaji maksimal 25 persen. Julius ingin SK itu diteruskan hingga akhir tahun, sampai kompetisi Liga 2 selesai. ’’Ya jangan sama dengan kontrak awal penggajiannya. Jadi, kami nanti tinggal negosiasi pemain soal gaji perpanjangan kontrak. Misalnya kontrak sampai Oktober, kami hanya meneruskan dua bulan saja nanti,’’ katanya.

Nah, selain itu, yang paling urgen adalah perihal termin kedua subsidi untuk Liga 2. Julis menekankan agar PT LIB segera mencairkan uang senilai Rp 300 jutaan untuk tim-tim Liga 2. Terlebih untuk PSMS.

Dia menerangkan, skuadnya membutuhkan dana untuk melakukan latihan sesuai dengan protokol kesehatan. Sejauh ini memang sudah ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mulai rapid test hingga hal-hal kecil seperti disinfektan. Tapi, ke depannya, jika bantuan itu tidak ada lagi, PSMS harus mengeluarkan biaya sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan.