Pasca Cedera, Syaifuddin Berlatih Ringan

PUBLIKSATU, BOLA – M. Syaifuddin memang mulai berlatih di gym. Tapi, program latihan yang diberikan bukan itu saja. Sebab, bek Persebaya Surabaya tersebut masih harus berlatih ringan selama di rumah.
Materi latihan yang diberikan berbeda. Di gym, pemain jebolan tim internal Al Rayyan itu berlatih dengan intensitas tinggi. Tapi, tidak demikian dengan di rumah. ’’Ditambah porsi latihan untuk belajar menekuk lutut, kemudian kembali diluruskan,’’ kata fisioterapis Persebaya Dani Maulana kepada Jawa Pos.
Setelah itu, masih ada tugas lain. Yakni, lutut kanan bekas operasi wajib dikompres. ’’Sekali kompres bisa 10 sampai 15 menit,’’ tambah Dani. Hal itu rutin dilakukan Syaifuddin selama di rumah. Apalagi, meski mulai berlatih, kondisi lutut bagian belakang kadang masih terasa nyeri saat digunakan latihan.
Syaifuddin tidak keberatan dengan materi yang diberikan. Lagi pula, latihan di rumah tidak memakan banyak waktu. ’’Kadang latihannya bisa sambil nonton TV,’’ jelas pemain asli Surabaya tersebut. Sembari menonton TV, Syaifuddin bisa mulai melatih lutut kanannya. Termasuk saat mengompres. Hanya, selama di rumah, Syaifuddin tidak didampingi Dani.
Meski punya dua program latihan, Syaifuddin tidak kebingungan. Dia masih bisa mengatur waktu. Yakni, antara latihan di gym maupun di rumah. Latihan di gym dilakukan lima sampai enam kali dalam satu pekan. Lalu, berapa kali latihan di rumah dilakukan? Sama dengan porsi latihan di gym.
’’Setelah latihan di gym, langsung (latihan) di rumah. Kalau latihan di gym pagi, sore saya berlatih di rumah. Kalau di gym sore, paginya saya latihan di rumah,’’ jelas mantan pemain Pelita Bandung Raya (PBR) tersebut. Karena itu, latihan di rumah sama sekali tidak memberatkan Syaifuddin. Apalagi, porsi latihan yang diberikan juga sangat ringan.
Sejatinya, ini bukan kali pertama Syaifuddin mengalami cedera lutut. Hal serupa pernah dia alami saat membela PBR pada 2014 lalu. Bedanya, lutut kiri yang mengalami gangguan. Dia juga sempat dioperasi akibat cedera lutut kirinya tersebut. ’’Dulu pas di PBR, enam bulan setelah operasi saya baru bisa main lagi,’’ tutur bapak satu anak tersebut. Karena sudah punya pengalaman itulah, dia tidak mau buru-buru merumput.