Pelatih Juventus Maurizio Sarri Bakal Hadapi Mantan Klubnya Napoli di Final Coppa Italia

PUBLIKSATU, BOLA – Final Copa Italia yang mempertemukan Juventus dan Napoli bakal menjadi pertaruhan seorang Maurizio Sarri.
Pasalnya, Sarri pernah menukangi Napoli dan kini ia bukan siapa-siapa lagi di Napoli. Sarri di depan Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis (ADL) telanjur dicap sebagai pelatih yang tidak loyal kepada klub. ADL mengibaratkan Sarri telah kembali sebagai banker –pekerjaan lamanya sebelum menjadi allenatore– yang hanya mementingkan uang.
ADL masih ingat ketika Sarri menolak sodoran proposal gaji EUR 3 juta (Rp 47,8 miliar) per musim darinya dua tahun lalu. Jumlah itu sesungguhnya sudah dua kali lipat dari gaji yang diterima selama menangani Partenopei –julukan Napoli– periode 2015 hingga 2018. Sarri lebih memilih menerima tawaran Chelsea yang menaikkan gajinya hingga empat kali lipat atau EUR 6 juta (Rp 95,7 miliar) per musim.
Ketika Sarri tidak betah di Chelsea dan kembali ke Serie A musim lalu, tak ada Napoli dalam benak pelatih berjuluk Mister 33 tersebut. Sarri tidak berpikir ingin memperbaiki hubungan dengan ADL. Malah allenatore yang berasal dari kota markas Napoli, Naples, itu menyeberang ke Juventus. ’’Dia mengkhianatiku dengan alasan uang setelah aku mempertaruhkan banyak uang untuknya,’’ ucap ADL kepada Corriere dello Sport.
Alhasil, ketika Sarri bersama Juve yang kini menjadi lawan Napoli dalam final Coppa Italia di Stadio Olimpico dini hari nanti (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport HD/UseeSports 2 pukul 02.00 WIB), makin panaslah ADL.
Psywar pun ditebar ADL dengan menyebut Gennaro Gattuso, allenatore Napoli saat ini, bakal mempersembahkan trofi yang tidak pernah dipersembahkan Sarri selama di Partenopei. ’’Dia (Gattuso) bisa 3–4 tahun lagi bersama kami,’’ ujar pria yang juga menjadi pengusaha film tersebut. Sebaliknya, Sarri mengusung misi untuk membuktikan kepada ADL, mantan anak asuhnya di Napoli, maupun Napoletani –sebutan fans Napoli– bahwa dirinya bisa memenangkan trofi juara. ’’Ini final yang aku butuhkan. Tapi, maaf, aku hanya fokus dengan pemain-pemainku sendiri,’’ tutur pelatih yang musim lalu memenangi Europa League bersama Chelsea tersebut kepada Rai Sport.
Sarri semakin termotivasi karena sudah dipermalukan Gattuso dalam pertemuan di Serie A pada 27 Januari lalu. Juve harus mengakui keunggulan Napoli 1-2 dalam giornata ke-21 di San Paolo. Gattuso yang di semifinal mengungguli Antonio Conte (Inter Milan) seolah membuktikan bahwa dirinya bisa mengimbangi pelatih yang lebih berpengalaman. FC Barcelona pun tertahan 1-1 dalam first leg babak 16 besar Liga Champions di San Paolo pada 26 Februari lalu.