Bukan Hanya Covid-19, AS-Tiongkok Juga Berseteru Soal Teknologi Bawah Laut

PUBLIKSATU – Secara diam-diam hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat makin memanas. Bukan hanya perseteruan soal penanganan pandemi Covid-19, tetapi juga perang lewat teknologi. Baru-baru ini perang dagang antara keduanya sampai merembet pada persoalan kabel data bawah laut yang menghubungkan AS ke Hongkong. AS khawatir akan ada pencurian data oleh Tiongkok.
Meski kedua negara sama-sama dilanda pandemi yang parah, namun perang teknologi AS-Tiongkok justru dinilai lebih serius. Dan negara-negara Eropa terjebak di antara keduanya. Negara di Eropa terjebak dalam perseteruan antara AS dan Tiongkok sebagai ancaman jangka panjang.
“Ketika dua gajah menari, sulit untuk berdiri di pinggir dan tidak terpengaruh,” kata Wakil Kepala BASF, raksasa petrokimia Jerman, Jörg Wuttke, yang menganalogikan perseteruan Tiongkok dan AS, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (19/6).
“Ketika datang ke jenis perang dagang AS-Tiongkok, perang teknologi yang sedang berlangsung, kemungkinan perang keuangan, itu adalah sesuatu yang akan lebih tahan lama, itu akan lebih merusak, dan itu pasti akan membawa ketidakpastian,” katanya.
“Dan kami memiliki ketergantungan penuh pada semikonduktor Amerika, seperti halnya Tiongkok. Kami juga memiliki pasar besar di Tiongkok,” tambahnya.
Menurut Wuttke, kekhawatiran utama tentu saja adalah jika AS atau Tiongkok meminta Eropa untuk memilih di antara mereka. Apakah ikut dengan kedua negara itu atau melawan.
AS menempatkan Huawei Tiongkok, Huawei Technologies Co Ltd HWT.UL dalam daftar hitam perdagangan pada Mei 2019. Sebab ada kekhawatiran keamanan nasional. Dan Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan kekhawatiran itu tetap ada, terutama pada jaringan 5G.