Berita Terkini
Internasional

India Lockdown Kota Chennai

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 22 Juni 2020 04:40 WIB · 2 menit baca
Bagikan
India Lockdown Kota Chennai

PUBLIKSATU – Kota Chennai, India dan tiga distrik di sekitarnya dikunci sementara (kuntara) alias lockdown hingga 30 Juni nanti.

Ibu kota Tamil Nadu tersebut menjadi hot spot penularan Covid-19 terbesar di India. Ada lebih dari 50 ribu kasus di Tamil Nadu dan 37 ribu di antaranya berada di Chennai. India saat ini duduk di posisi keempat dengan angka penularan tertinggi secara global. Ada 382.143 kasus dan 12.610 orang meninggal akibat virus SARS-CoV-2. Banyak pakar menyatakan bahwa jumlah riil di lapangan jauh lebih banyak karena pengetesan tidak dilakukan secara masif.

Selama lockdown, hanya toko-toko makanan dan stasiun bahan bakar yang boleh buka. Itu pun dibatasi pukul 06.00–14.00. Penduduk boleh keluar maksimal radius 2 kilometer dari rumahnya. Pengecualian berlaku hanya untuk situasi darurat. Taksi dan kendaraan pribadi tidak boleh beroperasi.

’’Penduduk disarankan untuk membeli barang-barang kebutuhan di toko yang jaraknya radius 2 kilometer dari rumah dan tidak memakai kendaraan,’’ ujar Chief Minister (setara gubernur) Tamil Nadu Edapaddi K. Palaniswamy seperti dikutip BBC.

India sudah menerapkan lockdown satu negara sejak Maret. Namun, baru-baru ini kebijakan itu dicabut karena perekonomian mereka terpuruk. Sejauh ini, baru Chennai yang harus menjalani lockdown sekali lagi. Beberapa hari sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, penduduk yang memiliki uang lebih memilih untuk meninggalkan kota tersebut. Baik lewat jalur darat maupun udara.

Sementara itu, Tiongkok merilis urutan genetik virus SAR-CoV-2 yang mewabah di Beijing baru-baru ini. Penelitian dilakukan pemerintah dan lembaga independen. ’’Hasil awal menunjukkan bahwa virus ini berasal dari Eropa, tapi ia lebih tua dari virus yang beredar saat ini di Eropa,’’ ujar Asisten Direktur di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok Zhang Yong seperti dikutip Agence France-Presse.

Saat dibandingkan dengan jenis lain secara global, virus di Beijing itu memiliki rangkaian paling dekat dengan virus yang berasal dari Republik Ceko, Taiwan, Yunani, dan Portugal. Ada satu jenis yang lebih tua dan ditengarai sebagai ’’induk’’ dan beberapa lainnya adalah anak-anaknya yang telah bermutasi.

Bagikan