Strategi Freeport Putus Penyebaran Covid-19
Bagikan

PUBLIKSATU – Direktur utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengaku, wabah pandemi Covid-19 telah memaksa perusahaannya mengubah cara mereka bekerja. Kini mereka menerapkan berbagai protokol kesehatan guna melindungi karyawan dari terpapar Covid-19.
Tony menuturkan, sejak 25 Maret lalu, pihaknya melakukan pembatasan penuh atau lockdown. Siapapun tidak diperbolehkan keluar masuk area zona merah distrik Tembagapura yang merupakan wilayah pusat produksi PTFI .
“Saat itu komposisi karyawan dipertahankan terus supaya produksi juga tidak terganggu,” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Minggu (21/6).
PTFI juga mengandalkan fasilitas digital bagi yang bekerja dari rumah. Dengan begitu karyawan tetap bisa bekerja maksimal meskipun tidak ke kantor.
Lebih lanjut Tony mengatakan, saat ini PTFI telah memasuki masa transisi menggarap tambang bawah tanah. Meski ada Covid-19, dia optimistis produksi underground mining PTFI tetap terjaga, minimal 50 persen tahun ini, dan 100 persen pada 2022.
“Nanti 2021 sudah 75 persen tambang bawah tanah ini beroperasi dan 2022 itu akan beroperasi 100 persen penuh. Sekarang ini produksi kami 110 ribu ton bijih per hari, tahun depan akan 160 ribu dan 2022 akan 200 ribu ton bijih per hari,” ungkapnya. (*)