Berita Terkini
Nasional

PTFI Yakin Produksi Underground Mining 50 Persen

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 22 Juni 2020 15:26 WIB · 1 menit baca
PTFI Yakin Produksi Underground Mining 50 Persen
ILUSTRASI. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat melakukan perjalanan dinas ke tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura. (dok. MPR)

PUBLIKSATU – Produksi Underground Mining yang dikerjakan PT Freeport Indonesia diperkirakan bisa berproduksi minimal 50 persen. Target ini seakan tidak terpengaruh dengan Covid-19.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyampaikan, saat ini perusahaan tambang tersebut tengah memasuki masa transisi tambang bawah tanah (underground mining). Tony optimistis, tahun ini underground mining sudah bisa berproduksi minimal 50 persen.

“Sekarang ini produksi kami 110 ribu ton bijih per hari. Tahun depan akan 160 ribu, dan 2022 akan 200 ribu ton bijih per hari,” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Minggu (21/6).

Tony menambahkan, perusahaannya tetap beroperasi selama pandemi Covid-19. Dia menegaskan, PTFI berkomitmen menjaga 94 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Mimika.

Sementar terhadap PDRB Provinsi Papua, kontribusi PTFI tercatat mencapai 46 persen. “Sampai Mei sudah Rp2 triliun yang sudah kami setorkan kepada pemerintah dan dalam bentuk pajak, PNBP dan pungutan lainnnya. Juga multiplier effect yang tercipta dengan beroperasinya PTFI ini,” tegas Tony. (*)