Batas Gaji Pemain NBA Masih di Angka Rp 1,5 T
Bagikan

PUBLIKSATU – Salary cap NBA musim depan tidak akan terjun bebas akibat terpaan krisis kesehatan global yang mendera seluruh dunia.
Menurut prediksi mantan Wakil Presiden Memphis Grizzlies John Hollinger kepada The Athletic, dikatakan bahwa salary cap NBA tidak akan terjun bebas karena sudah ada mekanisme keuangan yang mengatur hal itu. Dia menyebut, salah satu aturan yang berlaku di mekanisme tersebut adalah pendapatan pemain tidak berkaitan secara langsung dengan basketball related income (BRI) setiap tim.
’’Aturan ini diberlakukan memang untuk melindungi pemain atau tim dari lonjakan maupun penurunan nilai gaji secara drastis,’’ jelas Hollinger dilansir NBC Sports.
Hollinger menambahkan, dirinya memprediksi salary cap untuk NBA musim 2020–2021 tetap berada di kisaran USD 109 juta (Rp 1,5 triliun). Musim ini NBA menerapkan salary cap USD 109,14 juta (Rp 1,553 triliun).
Jika prediksi Hollinger itu benar, para pemain NBA patut bersyukur. Penyebabnya, pada awal-awal musim NBA berhenti total akibat Covid-19, muncul desas-desus yang menyebut salary cap bakal turun hingga tak sampai menembus angka USD 100 juta (Rp 1,4 triliun).
Mekanisme keuangan yang dibocorkan Hollinger tersebut sebenarnya tak hanya menguntungkan pemain. Klub juga mendapat perlindungan karena tidak akan menghadapi lonjakan nilai gaji saat mereka mendapatkan kontrak tambahan dari sponsor.
Sebelum mekanisme keuangan itu aktif digunakan, Hollinger menyebut sempat ada kejadian lonjakan salary cap. Yakni, pada 2016. Saat itu NBA baru menandatangani kontrak anyar dengan jaringan televisi pemegang hak siar. Nilai kontraknya naik signifikan.