Berita Terkini
Nasional

Aksi Pembakaran Bendera Resmi Dilaporkan Ke Kepolisian, PDIP Ingin Bangun Pendidikan Politik Bermartabat, Bukan Barbar

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Sabtu, 27 Juni 2020 04:38 WIB · 1 menit baca
Aksi Pembakaran Bendera Resmi Dilaporkan Ke Kepolisian, PDIP Ingin Bangun Pendidikan Politik Bermartabat, Bukan Barbar

PUBLIKSATU - Koordinator lapangan (Korlap) aksi Aliansi Nasional Anti Komunisme (ANAK) NKRI, Edy Mulyadi menyampaikan pernyataan keras terhadap PDI Perjuangan yang hari ini telah melaporkan ke Polda Metro Jaya kasus pembakaran bendera PDIP saat unjuk rasa, di depan Gedung DPR, Senayan, Rabu (24/6).

Edy Mulyadi berseloroh sedikit keras atas pelaporan PDIP tersebut dengan mengatakan "loe beli gue borong" sambil menyebut elit politik moncong putih Hasto Kristiyanto dan Tjahjo Kumolo.

Politisi PDIP, Herman Herry menyampaikan pelaporan massa aksi anarkis dengan membakar bendera PDIP ke pihak kepolisian adalah sikap paling elegan untuk menyikapi hal tersebut.

"Tanggapan kami begini, PDIP sebagai partai besar, penyokong utama pemerintah sekarang ini, ingin menunjukkan sikap yang elegan," ujar ketua Komisi II DPR ini dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/6).

Herman Herry tidak mau menanggapi pernyataan Edy Mulyadi tersebut, dan pelaporan yang dilakukan PDIP bukanlah untuk menantang pihak yang bersebrangan.

"Bukan soal nantang-menantang, PDI Perjuangan akan membangun pola pendidikan politik bagi bangsa ini dengan cara yang bermartabat, bukan membangun dengan cara barbar," katanya.

Dengan pelaporan tersebut, diharapakan supaya memberikan pendidikan kepada masyarakat agar tidak anarkis dalam menyampaikan sikap secara berlebihan.