Berita Terkini
Olahraga

Kepastian Restart Liga 1 2020 pada Oktober Tinggal Tunggu SK

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 27 Juni 2020 15:04 WIB · 2 menit baca
Kepastian Restart Liga 1 2020 pada Oktober Tinggal Tunggu SK

PUBLIKSATU, BOLA – Lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 pada Oktober mendatang tinggal menunggu SK dari PSSI. Rencananya isi SK PSSI tersebut berkaitan dengan pengaturan kontrak pemain dan pelatih.

’’Nanti juga digelar rapat exco,’’ kata Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Menurut dia, dalam rapat tersebut akan diputuskan kompetisi dilanjutkan pada Oktober plus regulasi serta formatnya. Lalu, soal kontrak. PSSI memang sudah melakukan mediasi dengan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) terkait dengan renegosiasi kontrak. Diharapkan, SK yang keluar nanti mewadahi seluruh aspirasi dalam pertemuan beberapa pekan lalu. ’’Mungkin nanti Jumat (hari ini) sudah bisa di-share isi SK itu apa saja,’’ terangnya.

Yunus menuturkan, SK tersebut wajib segera dikeluarkan. Alasannya adalah pengganti SK pada 27 Maret lalu perihal kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang ditunda dan pembayaran gaji maksimal 25 persen kepada pemain serta pelatih. ’’SK lama kan berakhir Juni, sebentar lagi tidak berlaku. Jadi, PSSI harus menerbitkan SK baru,’’ terangnya.

Menurut dia, SK kali ini tidak kalah penting. Sebab, SK yang akan dikeluarkan itu juga menjadi bukti keseriusan PSSI untuk melanjutkan kompetisi sesuai dengan protokol kesehatan di masa pandemi. ’’Ini juga penting bagi klub Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 yang menunggu soal gaji untuk Juni dan seterusnya,’’ tegasnya.

Namun, niat PSSI segera menggelar kompetisi tak sejalan dengan keinginan sejumlah klub dan tokoh sepak bola. Ada yang ingin kompetisi musim ini dihentikan. Lalu diganti kompetisi baru pada 2021.

Salah satu klub yang meminta kompetisi musim baru adalah Putra Sinar Giri (PSG) Gresik. Manajer PSG Aziz Riduwanto mengatakan, pihaknya ingin kompetisi baru. ’’Kembali ke kompetisi baru, tapi di tahun 2021. Kalau sekarang dipaksakan, rasanya tidak memungkinkan,’’ terangnya.