Drama TKA Cina
Bagikan

Catatan: Irwansyah Amunu
ADA apa dengan TKA Cina? Begitu tema Bincang Spesial yang digelar Kendari Bertakwa, Sabtu (27/6) lalu.
Acaranya menarik karena membahas topik aktual. Narasumbernya juga kapabel, Dr. H. Arim Nasim, M.Si (Pengamat Ekonomi Islam), Dr. Sjaiful, SH., M.H (Pengamat Hukum Islam), dan
Sudirman, SE. MM (Fraksi PKS DPRD Sultra).
Saya pilih mengikuti melalui zoom meeting agar bisa lebih dekat dengan para narasumber. Rupanya ratusan pastisipan juga sudah bergabung sejak 08.30 Wita.
Melihat jalannya acara, saya berkesimpulan semua narasumber punya kegundahan yang sama. Mereka menyayangkan masuknya TKA Cina.
Sudirman mengatakan smelter tambang tempat TKA bekerja sama dengan milik PT Antam. Ironisnya, mengapa kepunyaan Antam di Kolaka 100 persen karyawannya lokal, sementara di Konawe mempekerjakan TKA.
Dia juga menyesalkan masuknya TKA karena kooptasi pemerintah pusat, suara daerah tidak didengar. Di matanya, hal tersebut tidak akan terjadi kalau rakyat dan pemerintah daerah di Sultra bersatu.