Pandemi Covid-19 Bawa Hikmah Positif untuk Reformasi Birokrasi
Bagikan

PUBLIKSATU - Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini mmenempatkan Indonesia pada kondisi yang penuh tantangan, bukan hanya menyebabkan krisis kesehatan masyarakat tetapi juga meluas pada berbagai aspek kehidupan. Termasuk juga aspek tata kelola pemerintahan.
Terlepas dari itu rupanya ada hikmah positif yang diambil dari wabah virus corona untuk dunia birokrasi.
Hal ini diungkapkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin hari ini (29/6) saat memimpin rapat Komite Pengarah Reformasi Birokrasi (KPRBN) secara virtual. Pada rapat ini dia menyampaikan bahwa di belakang cobaan pandemi Covid-19 ada hikmah positif. ’’Salah satu di antaranya dalam hal reformasi birokrasi,’’ katanya saat memberikan arahan rapat.
’’Pada masa pandemi ini, birokrasi dituntut untuk beradaptasi dan berinovasi agar tetap berkinerja optimal,’’ jelasnya.
Ma’ruf menceritakan sejak awal pandemi, aparatur sipil negara (ASN) dituntut untuk menyesuaikan kinerja. Diantaranya dengan cara baru yaitu penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Dengan ketentuan bekerja dari rumah itu, ASN tetap bekerja dengan produktif.
Berikutnya kegiatan WFH juga memicu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pekerjaan. Menurut dia pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi selama WFH yang handal harus terus dilanjutkan.
Ma’ruf mengatakan, saat ini harus menjadi momentum percepatan penerapan birokrasi berbasis digital melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Dia menjelaskan SPBE harus terus ditingkatkan. Selain itu birokrasi digital juga perlu didukung oleh kepemimpinan digital, SDM berwawasan digital, infrastruktur digital, serta aturan lain pendukungnya.