Rapor Merah BUMN, Naldi Haroen: Erick Thohir Jangan Main-main Dong Dengan BUMN Kita

PUBLIKSATU - Sejumlah kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir belakangan ini terus menuai kontroversi dan mengernyitkan dahi banyak kalangan.
Mulai dari, memasukkan jenderal aktif TNI-Polri masuk ke jajaran komisaris hingga terakhir pengangkatan seorang warga negara asing (WNA) asal Australia menjabat Direksi di salah satu anak perusahaan plat merah, yaitu PT Pertamina Bina Medika atau Pertamedika. Akibat sejumlah kebijakan kontroversial yang dikeluarkannya tersebut, Erick Thohir didemo oleh mahasiswa diberbagai daerah.
"Wajar saja para mahasiswa yang menolak adanya WNA dan jenderal TNI-Polri yang diangkat sebagai direksi maupun komisaris BUMN. Mereka tersinggung, seolah-olah bangsa Indonesia tidak ada yang mampu," ujar Ketua Koordinator BUMN Watch Naldi N. Haroen, dalam keterangannya, Senin (28/6).
"Bangsa ini mempunyai lebih dari 250 juta penduduk, buat apa mereka sekolah tinggi-tinggi kalau bangsanya sendiri tidak menghargai ilmu yang didapatkan?" imbuhnya menegaskan.
Naldi Haroen menilai, BUMN merupakan perusahaan negara yang seharusnya bisa memberikan keuntungan besar bagi hajat hidup orang banyak. Jika kebijakan yang dikeluarkan menterinya tidak sesuai dengan amanat konstitusi dan membuat BUMN terus merugi. Maka artinya menambah beban negara karena pada akhirnya akan meminta keuangan negara untuk menyuntiknya.
"PT Pertamedika adalah salah satu perusahaan kesehatan. Ini perusahaan yang krusial bagi kita. Jadi Erick Thohir jangan main-main dong dengan BUMN kita," tegas Naldi Haroen.
Selain itu, kata Naldi Haroen, apapun keputusan yang dilakukan oleh para pembantu Presiden Joko Widodo maka dapat dipastikan berimplikasi pada pemerintahan Jokowi-Maruf Amin itu sendiri.