Berita Terkini
Internasional

Buntut Bentrokan Tentara, India Blokir Puluhan Aplikasi Buatan Tiongkok

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 1 Juli 2020 15:29 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Buntut Bentrokan Tentara, India Blokir Puluhan Aplikasi Buatan Tiongkok

PUBLIKSATU– India dikabarkan memblokir puluhan aplikasi buatan Tiongkok. Hal ini imbas dari bentrokan tentara India dan Tiongkok yang menyebabkan 20 tentara India tewas.

Hal tersebut muncul sehari sebelum perundingan putaran ketiga antara komandan militer India dan Tiongkok untuk menyelesaikan pertikaian perbatasan. Pemerintah India pada Senin (29/6) waktu setempat memblokir sebanyak 59 aplikasi asal Tiongkok. Termasuk yang populer seperti TikTok, UC Browser, WeChat, Shareit, dan CamScanner bahkan termasuk game Mobile Legend.

Aplikasi-aplikasi tersebut dituduh terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum. Langkah pemblokiran dengan tajuk melawan aplikasi jahat tersebut diumumkan oleh Kementerian Teknologi Informasi India. Langkah itu muncul setelah beberapa keluhan pencurian data pengguna yang diduga ditransmisikan secara sembunyi-sembunyi ke server yang berlokasi di luar India.

Secara terpisah, Pusat Koordinasi Kejahatan Dunia Maya India juga merekomendasikan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut harus diblokir. “Langkah ini akan melindungi kepentingan pengguna ponsel dan internet India,” ungkap pemerintah India sebagaimana dilansir JawaPos.com dari Times of India, Selasa (30/6).

Pemerintah India menegaskan bahwa keputusan tersebut adalah langkah untuk memastikan keamanan dan kedaulatan dunia maya India. Sumber menambahkan bahwa keputusan itu akan cukup menampar Tiongkok karena akan memengaruhi pendapatan mengingat banyak pembelian di aplikasi bisa dilakukan di jajaran aplikasi yang diblokir.

Jajaran 59 aplikasi Tiongkok yang diblokir pemerintah India. (GBHackers)

Keputusan untuk memblokir aplikasi itu tidak mengejutkan karena ada spekulasi yang tersebar luas bahwa akan ada tindakan penertiban terhadap aplikasi Tiongkok dengan tuduhan bisa mentransfer data pengguna ke server di Tiongkok. “Ini adalah salvo (tembakan) pertama India ke Tiongkok setelah bentrokan perbatasan, menunjukkan bahwa India memiliki beragam opsi pembalasan,” kata sumber resmi.

Pusat Koordinasi Kejahatan Dunia Maya India menemukan bahwa data mengalir ke Tiongkok meski beberapa entitas yang aplikasinya diblokir secara tidak sengaja berlokasi di Amerika Serikat (AS) atau negara lain seperti Singapura. Dalam kasus TikTok dan beberapa aplikasi lainnya, investigasi mengungkapkan bahwa kamera, mikrofon, dan akses jaringan penuh dikonfigurasi sedemikian rupa sehingga setiap penggunaan data atau spionase tidak dapat diverifikasi oleh pihak berwenang India.

Bagikan