Berita Terkini
Nasional

Gde Siriana: Jokowi Salah Pilih Menteri Atau Rakyat Salah Pilih Presiden?

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Kamis, 2 Juli 2020 03:23 WIB · 1 menit baca
Gde Siriana: Jokowi Salah Pilih Menteri Atau Rakyat Salah Pilih Presiden?

PUBLIKSATU - Pidato marah-marah Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet 18 Juni lalu dinilai banyak pihak sebagai bentuk kegagalan seorang pemimpin dalam menunjuk para menterinya.

Pendapat itu sebagaimana disampaikan Direktur Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf.

Gde Siriana mengamati, pola kepemimpinan Jokowi di periode pertama dan kedua kali ini tidak mengalami perubahan, khususnya dalam hal memilih para menteri.

Di periode pertama, Gde Siriana ingat dengan keputusan Jokowi yang mereshuffle kabinetnya sebanyak dua kali, dengan maksud memperbaiki capaian ekonomi RI. Namun nyatanya itu semua tidak terjadi.

"Di periode satu, Jokowi dua kali reshuffle besar, 2015 dan 2016. Agustus 2015, dia janji ekonomi meroket 7 persen. Hasilnya? Enggak gerak di 5 persen. Enam belas kebijakan ekonomi sampai 2018 enggak berhasil. Padahal sudah ganti menteri di 2016," ujar Gde Siriana dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/7).

"Sekarang dia mau bilang salah pilih menteri lagi? Atau rakyat yang salah pilih lagi di 2019?" sambungnya.

Di dalam pidatonya yang marah-marah, Jokowi juga mengancam para menterinya yang tidak serius menanggulangi corona untuk bersiap masuk ke daftar yang direshuffle.