Persebaya Belum Matangkan Program Latihan

PUBLIKSATU, BOLA – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengaku belum membuat sejumlah program termasuk program latihan untuk menghadapi kompetisi Liga 1 yang rencananya digelar Oktober mendatang.
Alasannya, belum ada penjelasan bagaimana format lanjutan kompetisi Liga 1 2020.
”Apakah formatnya masih sama seperti sebelumnya? Atau malah ada alternatif lain yang ditawarkan? Kami kan belum tahu,” kata Aji Santoso, pelatih Persebaya Surabaya, kepada Jawa Pos.
Nah, karena belum ada kejelasan format, Persebaya pun belum melakukan perencanaan secara matang. Terutama terkait dengan program latihan. Mereka baru menyusun perencanaan jika sudah ada kejelasan dari pihak PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Jika format kompetisi tidak berubah, artinya masih ada 31 laga yang harus dijalani tiap tim. Sebab, Liga 1 2020 memang baru berjalan tiga pekan. Dengan demikian, dibutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan kompetisi. ”Paling tidak delapan atau sembilan bulan baru selesai,” tambah Aji. Artinya, kompetisi baru tuntas pada tahun depan.
Itu jelas bukan opsi ideal. Sebab, kontrak pemain Green Force (julukan Persebaya) mayoritas akan habis pada Desember tahun ini. Praktis, jika kompetisi berlanjut sampai tahun depan, manajemen harus menyiapkan pembaruan kontrak bagi pemain. Termasuk bagi Aji yang kontraknya akan kedaluwarsa akhir musim ini. ”Tapi, kalau memang nanti keputusannya seperti itu, ya kami hanya bisa ikut,” tambah mantan kapten timnas tersebut.
Tapi, ada opsi untuk mengubah format kompetisi menjadi home tournament. Bagi pemain, opsi itu jadi yang paling masuk akal. Winger Oktafianus Fernando malah menilai sistem home tournament bakal menguntungkan pemain. ”Pemain nggak harus bepergian. Bisa menetap di suatu tempat,” jelas dia. Hanya, pemain yang akrab disapa Ofan itu meminta federasi tidak sembarangan menunjuk tuan rumah. ”Lebih baik dipilih daerah yang masih zona hijau,” tambahnya.