Donald Trump Manfaatkan Perayaan Hari Kemerdekaan AS untuk Berpolitik

PUBLIKSATU – Amerika Serikat merayakan Hari Kemerdekaan pada Sabtu (4/7). Rangkaian perayaan telah dimulai sejak Jumat (3/7) dan dipimpin oleh Presiden Donald Trump. Hanya saja, Trump justru memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan serangan terhadap lawan politik. Maklum saja, pada 3 November 2020 digelar pemilihan presiden AS dan Trump mencalonkan kembali.
Trump mencerca kelompok yang mencoba merobohkan patung-patung pemimpin Konfederasi dan tokoh sejarah AS lain. Trump juga menyebut pengunjuk rasa berusaha menghapus sejarah Amerika Serikat.
Pada Jumat (3/7), Trump berbicara di Mount Rushmore, yang terkenal dengan pahatan empat mantan presiden AS. Dia memperingatkan bahwa aksi unjuk rasa atas kesenjangan ras di kalangan masyarakat Amerika telah mengancam fondasi sistem politik AS.
“Jangan salah, revolusi budaya sayap kiri ini dirancang untuk menggulingkan revolusi Amerika. Anak-anak kita diajari di sekolah untuk membenci negara mereka sendiri,” kata Trump dalam rangkain acara peringatan Hari Kemerdekaan AS tersebut seperti dilansir Reuters.
Acara itu dipadati sekitar 7.500 orang yang banyak di antaranya tidak memakai masker dan melanggar imbauan pejabat kesehatan setempat untuk menghindari pertemuan besar guna mencegah penyebaran wabah Covid-19.
Seperti diketahui, dalam kerusuhan nasional setelah kematian George Floyd, pengunjuk rasa di beberapa kota telah merusak patung-patung para jenderal Konfederasi yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah AS selama perang saudara pada 1861-1865. Para pengunjuk rasa dalam satu kesempatan gagal merobohkan patung Presiden AS Andrew Jackson yang terletak di luar Gedung Putih. Jackson dikenal karena kebijakan populisnya, memiliki budak dan membuat ribuan penduduk asli Amerika terusir dari tanah mereka.
“Massa yang marah mencoba merobohkan patung-patung pendiri kita, merusak tugu peringatan yang paling suci, dan membuat gelombang kejahatan dan kekerasan di kota-kota kita,” imbuh Trump.