Hantavirus dari Tikus Ditemukan di San Diego
Bagikan

PUBLIKSATU – Kini Departemen Kesehatan Lingkungan Kabupaten San Diego, Amerika Serikat mengumumkan pada 2 Juli bahwa mereka telah menemukan tikus yang terbukti positif terkena virus.
Dilansir dari Science Times, Minggu (5/7), pejabat kesehatan dari San Diego County baru-baru ini mengumpulkan empat tikus liar di daerah Campo. Dan 4 tikus itu dinyatakan positif Hantavirus. Keempatnya juga ditambahkan pada 22 tikus lainnya yang dinyatakan positif virus yang sama tahun ini.
Hantavirus yang ditularkan dari pengerat liar ini menular lewat urin, tinja, atau air liur yang telah mengering dan bercampur dengan transmisi udara. Partikel virus kemudian dapat dihirup melalui udara, atau dalam kasus yang sangat jarang, infeksi dapat ditularkan dengan digigit tikus yang terinfeksi Hantavirus.
Sejauh ini di Amerika, belum ada kasus infeksi dari manusia ke manusia yang dilaporkan. Namun pihak berwenang masih mengingatkan semua orang untuk berhati-hati.
Tikus rusa, tikus kapas, tikus padi, dan tikus putih telah ditemukan sebagai inang virus tersebut. Mereka umumnya bersarang jauh dari manusia karena umumnya ditemukan di daerah pedesaan seperti hutan, ladang, pertanian, dan lumbung.
Wabah virus pertama terjadi selama Perang Korea pada 1950-an ketika lebih dari 3 ribu pasukan PBB terinfeksi dengan penyakit demam berdarah Korea atau HFRS. Wabah Hantavirus juga tercatat dalam sejarah terjadi di wilayah Four Corners (Colorado, Utah, Arizona, New Mexico) pada tahun 1993. 24 kasus dilaporkan dengan 12 kematian, kebanyakan dari mereka adalah penduduk asli Amerika.
Dalam laman Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) disebutkan, Hantavirus ditularkan oleh hewan pengerat. Jenisnya adalah tikus rusa (Peromyscus maniculatus), tikus kapas (Sigmodon Hispidus), tikus padi (Oryzomys palustris), tikus putih (Peromyscus leucopus). Agen pembawanya adalah virus. Penyakit itu terjadi sebelumnya di sebagian besar Amerika Utara dan Selatan.