Kasus Kematian Covid-19 Sangat Tinggi di Bolivia
Bagikan

PUBLIKSATU – Bolivia kini menghadapi kasus kematian pasien akibat virus Korona yang tinggi.
Kamar jenazah di rumah sakit tak lagi menampung. Akibatnya, banyak jenazah pasien Covid-19 yang ditelantarkan di jalan laiknya sampah. Layanan pemakaman di kota Cochabamba, di pusat negara itu, kewalahan karena banyak jasad masih membutuhkan kremasi atau penguburan.
Cochabamba adalah salah satu kota terparah di Bolivia, yang dengan cepat menjadi episentrum. Pihak berwenang melaporkan mereka mengumpulkan antara 14 hingga 23 mayat setiap hari dari rumah atau ruang publik yang diduga tertular Covid-19. Hanya saja, penyebab kematiannya tidak segera diketahui.
“Kami tidak memiliki kapasitas untuk segera menguji jenazah karena permintaan tinggi,” kata pejabat pelayanan kesehatan Ruben Castillo seperti dilansir dari Metro, Rabu (8/7).
Banyaknya peti mati atau mayat-mayat yang dilapisi dengan plastik hitam yang ditempatkan di luar rumah beberapa hari terakhir tampak mirip dengan yang terjadi di kota Guayaquil, Ekuador sebelumnya. Kepala polisi di Cochabamba, Kolonel Alberto Cardenas, menjelaskan jasad tidak memiliki tanda-tanda kekerasan. Menurut Cardenas, polisi mengangkat antara 4 atau 5 mayat per minggu.
Sementara itu, Direktur Institut Investigasi Forensik, Andres Flores, menyarankan pihak berwenang membeli atau menyewa mobil pendingin untuk menyimpan mayat sementara akibat kurangnya kapasitas kamar jenazah. Laboratorium diagnostik kelebihan beban dan butuh beberapa hari untuk merilis hasil.
“Jenazah harus menunggu giliran dan sebelum mereka tidak dapat dikuburkan atau dikremasi,” kata Castillo.