Darrell dan Darren Roberts Terancam Dideportasi
Bagikan

Darrell dan Darren Roberts, si kembar yang besar tanpa orang tua terancam dipisahkan di dua negara.
Si kembar ini lahir di London. Hingga usia mereka memasuki 24 tahun, keduanya tak pernah meninggalkan Inggris. Namun, kini mereka terancam dideportasi ke dua negara di mana mereka sama sekali tidak memiliki keluarga.
Sejak usia 13 tahun, mereka diasuh dinas sosial Ealing, wilayah di kota London. Ibunya meninggal karena kanker. Sebelumnya, sang ayah sudah pergi meninggalkan Inggris dan sejak saat itu juga tak ada kontak sama sekali dengan anak-anaknya. Keduanya tidak tercatat sebagai WN Inggris. Sementara itu, paman yang seharusnya jadi wali juga meninggal tak lama kemudian.
Karena masa remaja yang sulit, keduanya sedang menjalani masa penjara karena melakukan kekerasan. Kasus dua pemuda yang kini berusia 24 tahun itu dilakukan secara terpisah. Namun, kini mereka sama-sama menghadapi ancaman deportasi sekaligus perpisahan. Sebab, mereka akan dikirim ke dua negara yang berbeda. Penyebabnya, status kewarganegaraan mereka tak jelas.
’’Saya hampir menyelesaikan masa hukuman dan berharap bisa bebas. Tapi, kabar ini mengejutkan dan membuat uban saya menjadi banyak,’’ ungkap Darrell kepada The Guardian.
Darren diancam didepak ke Grenada, negara asal ibunya. Sementara itu, Darrell diberi tahu akan dikirim ke Republik Dominika yang disebutkan sebagai kampung halaman sang ayah. Padahal, negara asal sang ayah adalah Dominika. Dua negara tersebut berbeda meski berada di wilayah Kepulauan Karibia. ’’Petugas di Kementerian Dalam Negeri sepertinya tak peduli soal perbedaan Dominika dan Republik Dominika,’’ ujar Syed Naqvi, pengacara Darrell.
Freya Valie Roberts, adik si kembar yang kini sedang kuliah di Universitas Bristol, mengatakan bahwa kasus tersebut mencerminkan rasisme di dalam sistem negara. Dia menegaskan, kedua kakaknya sejak lahir tinggal di London.