Usai Melahirkan, Perempuan Bisa Alami 3 Gangguan Mood

PUBLIKSATU – Seorang ibu muda baru saja melahirkan anak pertamanya, tiba-tiba terjadi perubahan pada sikap dan perilakunya. Bisa dimulai dengan gejala awal seperti menjadi sering termenung, menangis, tiba-tiba menjerit dan mudah sekali tersinggung.
Gangguan mood yang dikenal di masyarakat adalah Baby Blues. Padahal tak hanya itu, ada gangguan mood lainnya yang harus diwaspadai sebagai alarm. Kepada JawaPos.com, Minggu (12/7), Psikiater Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ dari RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dan RS Siloam Bogor menjelaskan, 3 jenis gangguan mood bisa dialami ibu usai melahirkan tergantung frekuensi atau lamanya gangguan.
Baby Blues
Baby Blues Syndrome yaitu suatu sindroma pada ibu yang baru melahirkan yang ditandai dengan gejala-gejala. Misalnya menangis tanpa sebab yang jelas. Mudah kesal dan cemas. Lelah, sulit beristirahat dengan tenang. Tidak sabaran, tidak percaya diri. Enggan memperhatikan bayi. Mudah tersinggung
Gangguan ini terjadi disebabkan oleh adanya perubahan hormon yang mendadak, perubahan situasi yang mendadak. Pada penelitian didapatkan bahwa 50-80 persen wanita mengalaminya setelah melahirkan bayinya.
“Gangguan ini tergolong ringan dan biasanya berlangsung hingga 2 minggu,” katanya.
Depresi Post Partum
Pada beberapa keadaan, gejala-gejala yang dialami oleh ibu yang baru melahirkan ini menetap selama lebih dari 2 minggu dan semakin serius gejala-gejalanya. Kondisi ini disebut sebagai depresi post partum dan ini harus mendapatkan penanganan yang serius.
Depresi post partum ditandai dengan gejala-gejala seperti sedih, cepat marah, bingung, panik, mudah putus asa, mudah lelah, kurang minat dan semangat, perubahan pada pola makan, perubahan pada pola tidur, hingga keinginan bunuh diri.