Berita Terkini
Olahraga

Pasar Simo Jadi Lokasi Bonek Tribun Kidul Bagikan Masker

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 14 Juli 2020 15:32 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pasar Simo Jadi Lokasi Bonek Tribun Kidul Bagikan Masker
Sinyo Devara (kiri), koordinator Tribun Kidul, melakukan aksi sosial membagikan face shield kepada para pedagang di Pasar Simo, Surabaya

PUBLIKSATU, BOLA – Kesadaran warga untuk menggunakan pelindung dari Covid-19 masih minim. Itu terlihat saat aksi sosial fans Persebaya Surabaya Bonek Tribun Kidul yang ingin membagi-bagikan face shield di Pasar Simo.

Waktu menunjukkan pukul 17.30. Azan Magrib Sabtu sore (11/7) itu baru tuntas berkumandang. Devara Noumanto, koordinator Tribun Kidul, langsung memberikan komando. Meminta arek-arek segera bergerak. ’’Ayo langsung dibagi wae,’’ celetuk pria yang akrab disapa Sinyo tersebut.

Sinyo memang membawa face shield yang akan dibagikan. Ada 200 face shield yang dibawa dengan kantong hitam. Titik pembagian berada di Pasar Simo, Surabaya. Bukan tanpa alasan Tribun Kidul melakukan pembagian di pasar tersebut.

Alasannya, Pasar Simo baru berdenyut pada sore hari. Kios-kios pedagang baru dibuka pukul 15.30. Begitu pula dengan pedagang yang memakai lapak sederhana di pinggir jalan. Selama ini, pembagian face shield atau masker lebih sering dilakukan pagi hari. ’’Padahal, banyak aktivitas warga yang baru dimulai saat sore atau malam hari. Mereka juga harus diperhatikan,’’ kata Sinyo.

Karena itulah, Tribun Kidul bergerilya pada sore dan malam hari. Menyentuh kawasan yang selama ini tidak terjamah bantuan oleh pihak-pihak lain. Bahkan, bukan kali ini saja Tribun Kidul melakukan hal itu. Tiga pembagian face shield lainnya malah dilakukan malam hari. Yakni, di Pasar Kapas Krampung, sentra PKL Tambaksari, dan PKL Taman Mundu. ’’Sasaran kami memang pedagang kali lima yang keluarnya malam hari. Mereka harus tetap patuh aturan kesehatan,’’ jelas pria asli Surabaya itu.

Tidak mudah bagi Sinyo dkk dalam melakukan aktivitas mulia tersebut. Mereka sering mendapat penolakan dari para pedagang. Di Pasar Simo, misalnya. Salah seorang pedagang ogah diberi face shield. ’’Emoh, Mas. Gawe opo? (Ogah, Mas. Buat apa?).’’ Begitu kata perempuan yang berjualan ayam potong tersebut. Kondisi itu sampai membuat Sinyo turun tangan. Dia kemudian menjelaskan betapa pentingnya face shield untuk menghindari ancaman Covid-19. Lima menit berselang, si pedagang akhirnya mau memakai face shield.

Sinyo sudah kenyang penolakan seperti itu. Beberapa kali dia malah sempat beradu argumen dengan pedagang kaki lima. ’’Mereka ngeyel menolak bantuan face shield. Padahal, ini penting,’’ tegasnya.

Bagikan