Berita Terkini
Internasional

Singapura Akui Ada Kesalahan Diagnosis Covid-19

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 15 Juli 2020 15:07 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Singapura Akui Ada Kesalahan Diagnosis Covid-19

PUBLIKSATU – Pemerintah Singapura mengaku ada kesalahan diagnosis pada seorang anak yang dinyatakan positif Covid-19. Padahal anak tersebut sebenarnya tidak terjangkit virus mematikan itu alias negatif Covid-19.

Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH) mengatakan pada Selasa (14/7) bahwa laboratoriumnya melakukan mislabell atau kesalahan memberikan label pada sampel pengujian. Kesalahan fatal itu menyebabkan seorang siswa salah didiagnosis dengan Covid-19.

Siswa perempuan Secondary 1 dari Jurong West Secondary School dilaporkan pada Jumat (10/7) dinyatakan positif virus Korona. Dia diduga tertular karena telah melakukan kontak dengan teman sekolahnya, bocah laki-laki berusia 13 tahun, yang sebelumnya dipastikan terinfeksi.

Hanya saja, dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (14/7) Departemen Kesehatan (Depkes) Singapura mengatakan bahwa siswa perempuan, yang dikenal sebagai kasus 45655, sebelumnya dilaporkan terinfeksi berdasarkan hasil tes yang salah yang diajukan oleh laboratorium. Tapi ternyata hal itu salah. Siswa itu baik-baik saja, alias negatif.

Lantas, mengapa bisa terjadi kesalahan? Laboratorium telah salah memasukkan sampel-sampel swab dari individu positif Covid-19 sebagai bagian dari kasus 45.655 tanpa memverifikasi dengan benar pengidentifikasi pasien pada tabung spesimen. Akibatnya, kasus 45.655 tercatat positif untuk Covid-19.

“Ini telah dilaporkan ke Kemenkes,” kata Kemenkes Singapura seperti dilansir dari Straits Times, Selasa (14/7).

Kesalahan ditemukan setelah pengujian ulang siswa dan Departemen Kesehatan diberitahu tentang kesalahan pada 13 Juli. Sampel positif tersebut ternyata salah label. Adalah milik seorang pekerja migran yang telah diisolasi. Kementerian mengatakan bahwa dibutuhkan tindakan serius dari kesalahan tersebut.

Bagikan