Banjir, Ekonomi Sebagian Wilayah Tiongkok Terancam Merosot
Bagikan

PUBLIKSATU – Banjir yang melanda sebagian wilayah Tiongkok dipastikan akan berdampak pada aktivitas ekonomi.
Terlebih diperkirakan, sebagian wilayah masih akan mengalami curah hujan yang tinggi selama 10 hari ke depan sesuai ramalan cuaca otoritas berwenang. Berdasar itu, banjir besar diprediksi akan semakin meluas. Tiongkok bagian utara akan ikut terdampak.
Dilansir dari Nikkei Asian Review, Rabu (15/7), ketika hujan diperkirakan akan bergerak ke utara, pihak berwenang di Xiongan New Area dan Baoding, selatan Beijing, memperkuat langkah-langkah pengendalian banjir. Hal ini sesuai laporan media pemerintah Xinhua. Wilayah Xiongan adalah salah satu daerah pengembangan pusat ekonomi utama yang dipromosikan dan dirintis oleh pemerintah Presiden Xi Jinping.
Wilayah ini juga merupakan lokasi Bandara Internasional Daxing, gerbang wisata terbaru Beijing. Para ekonom telah mengkhawatirkan dampak banjir akan menyulitkan pemulihan ekonomi negara itu. Tiongkok memproyeksikan akan ada hambatan pada kegiatan investasi kuartal saat ini.
Pemerintah diperkirakan akan mengumumkan data ekonomi untuk kuartal April hingga Juni pada Kamis (16/7). Banyak analis berharap pertumbuhan bisa bangkit setelah kontraksi 6,8 persen pada kuartal pertama.
Tiongkok pada Rabu (15/7) memperingatkan masyarakat bahwa curah hujan akan tinggi selama 10 hari ke depan. Sampai saat ini ketinggian air di lembah Sungai Yangtze tetap di atas batas peringatan. Musibah banjir semakin merusak pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
Hujan deras diperkirakan terjadi di Sichuan dan Anhui di wilayah tengah Tiongkok selama beberapa hari ke depan sebelum menuju utara ibu kota Beijing. Sungai Yangtze yang terpanjang di Tiongkok, mengalir melalui wilayah tengah negara itu. Di sanalah Bendungan Tiga Ngarai juga berada. Beberapa warga di sana baru-baru ini mengkhawatirkan kapasitas bendungan untuk mengatasi jumlah air yang berlebih.